Kompas.com - 19/02/2019, 22:28 WIB
Ketua Dewan Nasional Venezuela yang juga pemimpin oposisi Juan Guaido berpidato kepada pendukungnya setelah mendeklarasikan diri sebagai Penjabat Presiden pada 23 Januari 2019. AFP/FEDERICO PARRAKetua Dewan Nasional Venezuela yang juga pemimpin oposisi Juan Guaido berpidato kepada pendukungnya setelah mendeklarasikan diri sebagai Penjabat Presiden pada 23 Januari 2019.

TOKYO, KOMPAS.com - Bertambah lagi pemerintah negara yang menyatakan dukungannya kepada pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido.

Setelah diawali dengan AS dan diikuti sejumlah negara Eropa, Asia, maupun Afrika, kali ini Jepang yang secara resmi mengumumkan mendukung Guaido sebagai presiden sementara.

"Negara kami telah menyerukan dilakukannya pemilihan dini, tetapi sayangnya pemilihan belum juga diadakan," kata Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono dalam konferensi pers, Selasa (19/2/2019).

"Setelah mempertimbangkan situasi yang ada, maka negara kami menegaskan mendukung presiden sementara Guaido dan kami sekali lagi menyerukan kepada Venezuela untuk mengadakan pemilihan yang bebas dan adil," lanjutnya, dikutip AFP.

Baca juga: Mengenal Juan Guaido, Pemimpin Oposisi Venezuela yang Didukung Trump

Pernyataan Tokyo datang di tengah krisis yang berkembang di Venezuela, dengan semakin meningkatnya tekanan terhadap Presiden Nicolas Maduro dan militernya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mendesak kepada militer Venezuela untuk mendukung Guaido. Trump bahkan mengancam militer bakal "kehilangan segalanya" jika tetap membela Maduro.

AS telah berulang kali menyerukan agar Maduro mengundurkan diri dari jabatan presiden, dengan Washington mengecam pemilihan presiden yang memenangkan Maduro pada tahun lalu sebagai penipuan dan tidak sah.

Sementara Guaido, ketua Majelis Nasional, satu-satunya badan demokratis yang diakui di Venezuela, telah mendapat dukungan dari setidaknya 50 negara, sejak mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela pada Januari lalu.

Guaido saat ini tengah berupaya untuk mendapatkan dukungan bantuan kemanusiaan dari luar negeri setelah Maduro bersama militer Venezuela melancarkan aksi blokade untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan itu.

Guaido berencana untuk mendaftar satu juta relawan yang akan membawa bantuan kemanusian dari negara asing memasuki Venezuela.

Baca juga: Trump Ancam Militer Venezuela Bakal Kehilangan Segalanya jika Masih Dukung Maduro



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X