Puluhan Nisan di Makam Yahudi di Perancis Jadi Sasaran Vandalisme

Kompas.com - 19/02/2019, 21:37 WIB
Sejumlah nisan di pemakaman Yahudi di Desa Quatzenheim, Perancis, yang menjadi sasaran aksi vandalisme anti-Semit, Selasa (19/2/2019). AFP / FREDERICK FLORINSejumlah nisan di pemakaman Yahudi di Desa Quatzenheim, Perancis, yang menjadi sasaran aksi vandalisme anti-Semit, Selasa (19/2/2019).

QUATZENHEIM, KOMPAS.com - Puluhan batu nisan di pemakaman Yahudi di Perancis timur telah menjadi sasaran aksi vandalisme.

Sekitar 80 nisan tersebut telah dicorat-coret dan digambari dengan lambang swastika.

Tindakan pengrusakan yang terjadi di sebuah pemakaman di Desa Quatzenheim, dekat perbatasan Jerman di wilayah Alsace itu baru diketahui pada Selasa (19/2/2019) pagi.

Dalam foto-foto yang diambil di lokasi pemakaman, tampak batu nisan yang dicorat-coret dengan simbol-simbol Nazi menggunakan cat berwarna biru.

Salah satunya memperlihatkan tulisan "Elsassisches Schwarzen Wolfe" atau Serigala Hitam Alsace, yang mengacu pada sebuah kelompok separatis yang berhubungan dengan neo-Nazi pada tahun 1970-an.

Baca juga: 15 September 1935 Ditetapkan Jadi Simbol Nazi Jerman, Ini 4 Fakta Swastika

Atas insiden tersebut, pejabat tinggi keamanan setempat, Jean-Luc Marx, mengecam tindakan anti-Semit yang disebutnya mengerikan itu. Dia juga menyampaikan dukungannya kepada komunitas Yahudi yang kembali menjadi sasaran aksi vandalisme.

Aksi pengrusakan itu turut mendapat perhatian dari Presiden Perancis Emmanuel Macron, yang menyempatkan diri mengunjungi lokasi pemakaman untuk memeriksa kerusakan yang ditimbulkan.

Saat itu, Macron sedang dalam perjalanan untuk menghadiri peringatan Paris Holocaust, demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner kepada Radio RTL.

Aksi vandalisme itu terjadi juga berbarengan dengan rencana unjuk rasa yang akan digelar di Paris dan kota-kota lainnya di Perancis untuk mengecam gejolak anti-Semit yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Tahun lalu, kepolisian Perancis mencatatkan terjadinya lonjakan hingga 74 persen dalam pelanggaran anti-Yahudi yang dilaporkan, menimbulkan kekhawatiran di negara dengan populasi Yahudi terbesar di Eropa itu.

"Hal ini tidak pernah berhenti. Ini terus saja mengejutkan. Saya tidak tahu berapa lama kita akan melanjutkan.. Hal itu membuat saya merasa muak," ujar Maurice Dahan, kepala regional lembaga Yahudi utama Perancis, Israelite Central Consistory of France, soal insiden di Alsace.

Pada Desember tahun lalu, hampir 40 nisan serta sebuah monumen peringatan untuk para korban Holocaust juga telah menjadi sasaran vandalisme di sebuah pemakaman Yahudi di dekat Strasbourg di Herrlisheim.

Baca juga: Dirusak Lagi, Kali Ini Makam Karl Marx Dicoret Pakai Cat Merah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X