Abaikan AS, Erdogan Bakal Tetap Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Kompas.com - 19/02/2019, 17:30 WIB
Sistem pertahanan misil S-400 Triumph buatan Rusia yang telah dikirim ke China. SCMP / TASSSistem pertahanan misil S-400 Triumph buatan Rusia yang telah dikirim ke China.

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan dia bakal tetap membeli sistem rudal S-400 dari Rusia.

Dalam pidatonya di Provinsi Burdur, Erdogan menuturkan Turki harus mencari alternatif sistem pertahanan di tengah kebutuhan mendesak akan ancaman di perbatasan.

Baca juga: Qatar Tegaskan Rencana Beli S-400 dari Rusia

Dilansir Hurriyet Senin (18/2/2019), Erdogan berkata dia sebenarnya sudah meminta kepada sekutu Barat, termasuk Amerika Serikat (AS), untuk menyediakan sistem rudal.

"Namun sistem rudal yang ada saja ditarik. Apalagi menyediakan yang baru," kata Erdogan merujuk kepada sistem pertahanan Patriot.

Presiden 64 tahun itu memang tidak menyebut AS. Namun dia menyatakan ada "sekutu Turki" yang berusaha membujuk mereka untuk membatalkan pembelian S-400.

"Mempunyai S-400 merupakan hasil dari kebutuhan kami. Kalian ingin kami untuk menyerah dan membatalkannya?" kecam Erdogan.

Dia melanjutkan, Turki tidak mendapat dukungan finansial maupun mengajak mereka untuk melakukan produksi gabungan.

"Jadi, argumentasi yang diberikan kepada kami sangatlah tidak bisa diterima," papar mantan Perdana Menteri Turki tersebut.

Dia juga mengecam Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) yang mendukung terorisme dan mengacuhkan permintaan mereka untuk membeli senjata.

Dalam pandangan Erdogan, negara anggota NATO ada yang mengirim truk berisi 23.000 pucuk senjata serta peralatan militer melalui Irak.

"Namun saat kami meminta, kalian tidak menjualnya. Padahal kami mempunyai perbatasan dengan Suriah sejak 911 km dan terancam diserang kapan saja," jelasnya dilansir Al Jazeera.

Erdogan tidak menyebutkan negara mana yang menjual senjata tersebut. "Aliansi NATO macam apa ini? Jika keinginan kami tak dipenuhi, kami bakal bertindak," bebernya.

Berdasarkan laporan media Rusia, Ankara direncanakan membeli empat unit sistem rudal tersebut dengan nilai kontrak 2,5 miliar dollar AS (Rp 35,9 triliun).

S-400 Triumf merupakan sistem pertahanan anti-serangan udara jarak jauh yang diproduksi oleh perusahaan Almaz-Antey.

Sistem itu bisa menghancurkan rudal balistik taktis dari jarak 60 kilometer serta target pesawat dari 400 kilometer. Sejak 2007, Rusia mengganti sistem S-300 dengan S-400.

Baca juga: China Dikabarkan Sukses Gelar Uji Coba S-400 Buatan Rusia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X