Pura-pura Hamil Ternyata Perempuan Ini Menyelundupkan Kucing

Kompas.com - 19/02/2019, 17:27 WIB
Beberapa kucing persia milik Chang Chin-yi, warga Taiwan yang berprofesi sebagai pembiak kucing. AFP/SAM YEH Beberapa kucing persia milik Chang Chin-yi, warga Taiwan yang berprofesi sebagai pembiak kucing.

TAIPEI, KOMPAS.com - Seorang terduga pencuri kucing dari Hong Kong mencoba menyelundupkan dua kucing persia curiannya lewat bandara terbesar di Taiwan.

Dia menyembunyikan dua hewan itu di balik bajunya sehingga terlihat dia sedang mengandung. Demikian dilaporkan media setempat, Selasa (19/2/2019).

Upaya penyelundupan membuat aparat keamanan di bandara Taoyuan menggelar investigasi menyeluruh.

Baca juga: Membeku Setelah Terkubur di Salju, Kucing Ini Berhasil Selamat

Mereka ingin mengetahui bagaimana perempuan itu bisa melalui pemeriksaan keamanan tanpa ketahuan membawa kucing yang akan diselundupkan.

Sejumlah media Taiwan mengatakan, polisi menerima rekaman video dari bandara yang memperlhatkan saat perempuan itu masuk ke kamar kecil sambil membawa tas berwarna putih.

Namun, saat keluar kamar kecil perempuan itu terlihat lebih gemuk dibanding saat dia baru masuk.

Pemilik kucing Chang Chin-yi, kepada AFP mengatakan, kedua kucing persia bernama Anggi dan Da Lili itu dicuri pada 5 Februari lalu.

"Kejadiannya tepat di saat jam makan. Saya masuk ke rumah membawa mangkuk berisi makanan. Saat itulah saya mengetahui kedua kucing itu sudah hilang," kata Chang.

Chang tinggal di sebuah apartemen di kawasan elite New Taipei City bersama 40 ekor kucing persianya yang harganya bisa mencapai 3.300 dollar AS.

Chang langsung mencurigai seorang perempuan Hong Kong yang berencana membeli Anggi dan pernah menginap di rumahnya sebulan lalu.

Saat itu, Chang berubah pikiran dan tidak jadi menjual Anggi kepada perempuan itu. Dia khawatir Anggi tak terawat karena perempuan itu sudah memiliki kucing.

"Saat itu dia marah, menangis, dan  berteriak histeris lewat telepon saat saya tak jadi menjual kucing itu," kenang Chang.

Kamera CCTV di luar apartemen Chang memperlihatkan perempuan itu pergi lewat pintu samping sambil membawa seekor kucing sebelum memasukkannya ke dalam sebuah tas putih.

Sementara itu, kepolisian New Taipei City memastikan memberlakukan kasus ini sebagai kasus perampokan.

Namun, kepolisian mengaku menghadapi kesulitan karena Hong Kong dan Taiwan tak memiliki perjanjian ekstradisi.

Chang mengatakan, dia berencana pergi ke Hong Kong beberapa hari ke depan untuk melakukan langkah-langkah hukum. Sejauh ini tidak diketahui nasib Anggi dan Da Lili.

Baca juga: Kirim Kucing Lewat Paket Pos, Pria Taiwan Didenda Rp 41 Juta

Sesuai aturan, semua kucing yang masuk ke Hong Kong harus dikarantina setidaknya empat tahun atau  terancam disuntik mati.

Sementara Taiwan hanya menerima kucing dan anjing dari Hong Kong yang sudah memiliki sertfikat bebas dari rabies.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X