Maduro: AS Berusaha Memperbudak Venezuela

Kompas.com - 19/02/2019, 16:05 WIB
Presiden Nicolas Maduro FOTO REUTERSPresiden Nicolas Maduro

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengecam ultimatum yang dilayangkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Siapa memang yang menjadi panglima militer? Apakah Donald Trump dari Miami?" ujar Maduro dalam suara keras seperti dikutip Russian Today Selasa (19/2/2019).

Baca juga: Trump Ancam Militer Venezuela Bakal Kehilangan Segalanya jika Masih Dukung Maduro

Berbicara dalam siaran televisi, Maduro menyebut "perintah arogan" Trump merupakan bentuk penghinaan terhadap martabat militer Venezuela.

Dia juga mengecam retorika Trump terhadap sosialisme di Venezuela dengan berkata "wacana gaya Nazi" AS berupaya membatas keragaman politik.

Maduro juga menuduh Washington berusaha memaksakan model kolonial dan supremasi mereka di seluruh kawasan Amerika Latin.

"Mereka (AS) pikir mereka yang sudah menguasai negara ini. Mereka berusaha untuk memperbudak kami," kecam presiden 56 tahun tersebut.

Selain Maduro, pidato Trump juga menuai kecaman dari Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez dalam kicauannya di Twitter.

Rodriguez berujar, bantuan kemanusiaan AS merupakan dalih untuk mempersiapkan perang dan merebut cadangan minyak Venezuela.

Dia menuduh AS berusaha memaksakan presiden boneka di sana. "Retorika agresif itu merupakan ancaman agresi militer terhadap Venezuela," lanjutnya.

Sebelumnya dalam pidatonya di Miami, Trump mendesak Venezuela untuk membuka jalur bagi bantuan kemanusiaan untuk disalurkan.

Dia juga mengultimatum militer untuk menarik dukungan kepada Maduro, dan mengalihkannya kepada pemimpin oposisi Juan Guaido.

Presiden 72 tahun itu menjelaskan, militer kini tidak bisa mengabaikan dua pilihan krusial yang ada di depan mata mereka.

Pertama adalah menarik dukungan kepada Maduro, dan menerima amnesti yang ditawarkan Guaido demi kelangsungan hidup mereka.

"Atau Anda memilih opsi keua. Di sini tidak ada jalan keluar atau yang bisa menyelamatkan nyawa Anda. Anda bakal kehilangan segalanya," ancam Trump.

Baca juga: Diblokade Maduro, Relawan di Venezuela Nekat Bawa Masuk Bantuan AS

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X