Kompas.com - 19/02/2019, 11:46 WIB

Maduro melakukan langkah balasan dengan mengumumkan 300 ton bantuan dari Rusia akan tiba pada Rabu (20/2/2019), tiga hari lebih cepat dari bantuan yang ditawarkan Guaido.

Berbicara dalam sebuah acara di televisi, presiden yang berkuasa sejak 2013 itu menyebut bantuan itu berisi obat berkualitas tinggi.

Sebelumnya, Maduro menyatakan bantuan bakal didatangkan dari Rusia, China, serta Kuba yang selama ini merupakan sekutu utamanya.

Senator AS Marco Rubio dalam kunjungannya ke pusat penampungan makanan di Cucuta, Kolombia, menyebut tindakan mencegah bantuan kemanusiaan merupakan kejahatan internasional.

Tiga kargo militer AS mengirim puluhan ton bantuan makanan di Cucuta sejak pekan lalu. Sementara pesawat AS bakal sampai di Curacao.

Sekelompok relawan mulai menggelar pertemuan di sejumlah negara bagian untuk mengatur dan mempersiapkan kedatangan bantuan.

Baca juga: AS Beri Sanksi Lima Pejabat Venezuela yang Dekat dengan Maduro

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.