Kompas.com - 18/02/2019, 21:42 WIB

Bersama bawahan setianya, Geronimo bergerilya di Southwest, dan membuat sosoknya berubah dari pemimpin mistis menjadi legenda.

Dalam suatu waktu dikatakan hampir seperempat militer AS, sekitar 5.000 personel, dikerahkan hanya untuk memburu Geronimo.

Puncaknya pada musim panas 1886, Geronimo sepakat menyerah setelah lokasinya ditemukan pasukan AS di bawah pimpinan Jenderal George Crook.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Indian Pertama Dilantik Jadi Presiden Bolivia

Ketika Geronimo menyerah, dia membawa senapan model Winchester 1876 lever-action dengan laras berselimutkan perak, serta nomor seri 109450.

Selain itu, dia juga memiliki pistol revolver Colt Single Action Army dari bahan nikel serta gading, dan pisau Sheffield Bowie.

3. Jadi Tahanan Perang dan Kematian
Geronimo bersama orang Apache lain, termasuk yang menjadi pemandu pasukan AS, diperlakukan sebagai tahanan dan dikirim ke Fort Sam Houston di Sant Antonio, Texas.

Militer menahan mereka selama enam pekan sebelum dipindahkan ke Fort Pickens di Pensacola, Florida. Keluarga Geronimo ditempatkan di Fort Marion.

Pemindahan itu dilakukan guna menghindari manuver pemerintah sipil Arizona yang berniat mengadili mereka atas kejahatan membunuh orang Amerika selama perang.

Ketika Geronimo di tahanan, para pengusaha kemudian mempunyai ide untuk menjadikan pahlawan Apache itu sebagai atraksi wisata.

Kurang dari 10 tahun setelah dia menyerah, Geronimo diperlakukan bak selebriti. Pada 1905, dia menerbitkan otobiografinya.

Baca juga: Trump Ucapkan Kalimat Rasis di Hadapan Veteran Perang Indian

Di tahun yang sama, dia mempunyai kesempatan bertemu Presiden Theodore Roosevelt dan mendesaknya untuk membiarkan rakyatnya kembali ke Arizona meski gagal.

Kematian Geronimo diduga terjadi pada Februari 1909. Saat itu, dia terlempar ketika berkuda, dan harus menghabiskan malam di udara dingin.

Ketika seorang teman menemukannya keesokan paginya, kondisi Geronimo sudah mengkhawatirkan. Dia meninggal akibat pneumonia pada 17 Februari 1909 dalam usia 79 tahun.

Di ranjangnya di Fort Still Oklahoma, Geronimo sempat mengaku kepada keponakannya bahwa dia menyesali perbuatannya mengapa menyerah kepada AS.

"Saya seharusnya tidak pernah menyerah. Saya seharusnya berjuang hingga menjadi pejuang terakhir yang masih berdiri," ujar Geronimo dalam kalimat terakhirnya.

Dia dimakamkan di Fort Still bersama orang Indian lainnya di Pemakaman Tahanan Perang Apache Indian.

Baca juga: Tingkatkan Pertahanan, Taiwan Siagakan 29 Unit Helikopter Apache

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.