Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba di China Bikin Trump "Senang"

Kompas.com - 18/02/2019, 17:47 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP / NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Ketika membicarakan tentang kesepakatan dagang dengan China, Presiden AS Donald Trump mengaku ada satu hal yang membuatnya tertarik.

Sebagaimana dilaporkan Newsweek Minggu (17/2/2019), ketertarikan Trump adalah cara China mengganjar para pengedar narkoba dengan hukuman mati.

Dalam konferensi pers seusai mendeklarasikan darurat nasional terkait perbatasan selatan, Trump mengungkapkan percakapannya dengan Presiden China Xi Jinping.

Baca juga: Geledah Rumah Pengedar Narkoba, Polisi AS Temukan Buaya di Dapur

Trump bertanya kepada Xi apakah negaranya pernah menghadapi permasalahan tentang peredaran narkoba yang langsung dijawab tidak.

Dalam klaim presiden 72 tahun itu, Xi menyebut dia menjatuhkan hukuman mati kepada orang yang terbukti mengedarkan narkoba.

"Sejujurnya, percakapan itu merupakan salah satu yang membuat saya senang selama negosiasi kesepakatan dagang kami," tutur Trump di Gedung Putih.

Trump mengatakan dia meminta kepada Xi supaya fentanil ditetapkan sebagai obat mematikan, dan dimasukkan ke dalam daftar kriminal.

"Presiden Xi setuju memasukkan fentanil sehingga menjadi hukum pidana, dengan ganjaran yang tepat adalah hukuman mati," tegas dia.

Trump melanjutkan, dia menyebut di AS pengedar narkoba mendapatkan sesuatu yang disebut denda, dan mengklaim China tidak punya masalah tentang peredaran narkoba.

Newsweek memberitakan, pernyataan Trump bersifat sesat karena seolah mengatakan pengedar yang terbukti bersalah hanya mendapatkan denda.

Padahal di AS, hukuman bagi pengedar bisa melampui denda yang sangat berat. Seringkali termasuk hukuman penjara dengan durasi panjang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
Meski Masih Hidup, Wanita Ini Dinyatakan Sudah Meninggal

Meski Masih Hidup, Wanita Ini Dinyatakan Sudah Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X