Kompas.com - 18/02/2019, 12:58 WIB

BRUSSEL, KOMPAS.com - Ratusan penumpang pesawat yang berpergian dengan maskapai penerbangan Flybmi telantar karena perusahaan tiba-tiba gulung tikar.

Insiden itu terjadi pada Sabtu (16/2/2019), ketika maskapai yang dikenal dengan British Midland regional Limited ini merasakan imbas ketidakpastian Brexit.

Diwartakan Newsweek, Minggu (17/2/2019), manajemen Flymbi menyalahkan Brexit dan kenaikan harga bahan bakar atas tidak beroperasinya pesawat.

Baca juga: Potensi Ricuh Brexit, Ratu Elizabeth II Bakal Dievakuasi dari London

Flybmi membatalkan semua penerbangan pada Sabtu lalu, dan memperingatkan penumpang yang terdampak untuk memilih penerbangan alternatif.

Perusahaan juga meminta penumpang untuk membeli sendiri penerbangan pengganti.

Beberapa penumpang bisa mendapatkan pengembalian uang dengan menghubungi penerbit kartu kredit. Namun, Otoritas Penerbangan Sipil Inggris menyarankan agar mengklaim pengembalian uang pada situs webnya.

Kepada BBC, mahasiswi Universitas Durham Mary Ward mengaku terjebak di Brussel karena tidak ada penerbangan maskapai Flymbi.

"Saya membayar 130 poundsterling (Rp 2,3 juta) untuk penerbangan yang sepertnya tidak bisa membawa saya kembali ke Durham," katanya.

"Saya tidak mampu membeli tiket penerbangan lain atau kereta," imbuhnya.

Sementara itu, beberapa penumpang mendapat peringatan pembatalan penerbangan setelah sampai ke bandara.

Richard Edwards mengatakan, keluarganya telah melewati bagian pemeriksaan di bandara untuk menuju ke Munich saat mendengar pengumuman pembatalan.

"Mereka menggunakan taksi ke Heathrow dan akhirnya memesankan kami penerbangan Lufthansa ke Munich," jarnya.

Sebelum diumumkan mengajukan status bangkrut, Flybmi mengoperasikan penerbangan ke 25 kota di Eropa dengan 17 uni pesawat dan mempekerjakan total 376 staf.

Maskapai pernah menerbangkan 522.000 penumpang per tahun namun menurun hingga menjadi 29.000 pada perjalanan tahun lalu.

Baca juga: Brexit, Airbus Ancam Pindahkan Pabrik Sayap Pesawat dari Inggris

"Maskapai ini menghadapi beberapa kesulitan, termasuk lonjakan harga bahan bakar dan karbon baru-baru ini," kata seorang juru bicara.

"Perdagangan saat ini dan prospek masa depan juga telah sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian yang diciptakan oleh proses Brexit," lanjutnya.

"Proses Brexit telah menyebabkan ketidakmampuan kami untuk mengamankan kontrak penerbangan yang berharga di Eropa," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.