Beredar Isu Trump Bakal Dilengserkan dengan Amendemen 25

Kompas.com - 18/02/2019, 11:38 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.AFP / JIM WATSON Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Beredar isu yang menyatakan terdapat upaya untuk menjungkalkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Isu tersebut diembuskan mantan Wakil Direktur Badan Penyelidik Federal ( FBI) Andrew McCabe dalam wawancara dengan Scott Pelley dari 60 Minutes.

Dilansir The Independent pekan lalu, isu itu muncul setelah Trump memecat Direktur James Comey dan membuat Kementerian Kehakiman resah.

Baca juga: Trump Temukan Adanya Kolusi dalam Program TV Saturday Night Live


Kepada CBS News, Pelley mengungkapkan ada pejabat yang melangsungkan pertemuan di Kementerian Kehakiman dan membahas soal pemakzulan Trump.

"Mereka mendiskusikan bagaimana wakil presiden dan mayoritas kabinet bisa melengserkan Trump menggunakan amendemen 25," ujar Pelley.

Artikel 4 dalam amendemen itu menyatakan Presiden AS bisa diberhentikan jika wapres dan mayoritas kabinet menilai dia tidak bisa mengemban tanggung jawab dan tugasnya.

Pelley mengatakan, anggota kabinet tidak diajak. Namun, pejabat kehakiman mulai berspekulasi siapa yang bakal mendukung usul itu.

McCabe, seperti ditirukan Pelley, mengatakan, setelah Trump memecat Comey, Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein menawarkan memakai perekam di bajunya.

Tujuannya, dia bisa merekam berbagai percakapan Trump di Gedung Putih yang berpotensi bisa menjadi bumerang bagi sang presiden.

Isu pemakzulan ataupun perekam yang dipakai Rosenstein telah dilaporkan sebelumnya. Namun, ini pertama kali pejabat yang terlibat buka mulut.

Kini, media AS ramai-ramai memberitakan setidaknya dua pengacara FBI membenarkan percakapan itu dalam rapat dengar pendapat dengan Kongres.

James Baker, pengacara paling senior pada masa Comey, dilaporkan mengatakan kepada Komite Pengawasan dan Kehakiman Kongres pada Oktober 2018 tentang rencana menggulingkan Trump.

Pengacara lain Sally Moyer juga membenarkan bahwa dia berada dalam pertemuan ketika topik pemakzulan itu dibahas.

Setelah itu, Kementerian Kehakiman mengeluarkan bantahan Rosenstein berupaya mengatur kabinet agar mendukung amendemen itu.

Dia juga membantah menawarkan diri memakai perekam. Namun, baik Baker maupun Moyer memberi bukti soal rencana Rosenstein tersebut.

"Saya menganggap itu serius karena saya melihat wajah-wajah serius mereka," ucap Baker dalam transkrip yang dilaporkan Bloomberg.

"(Usulan pemakzulan) itu bukan candaan di kala senggang. Suasana yang ditampilkan saat itu sangat serius," lanjutnya.

Baca juga: Trump Desak Eropa Terima Warganya yang Eks Anggota ISIS

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Internasional
AS Klaim Tembak Jatuh 'Drone' Iran, Teheran: Trump Berkhayal

AS Klaim Tembak Jatuh "Drone" Iran, Teheran: Trump Berkhayal

Internasional
Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Internasional
Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Internasional
Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Internasional
Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Internasional
Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Internasional
Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Internasional
Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau 'Ngungsi' ke Rumah Warga

Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau "Ngungsi" ke Rumah Warga

Internasional
Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Internasional
Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Internasional
Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Internasional
Buntut Nyanyian 'Send Her Back' kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa 'Tak Enak'

Buntut Nyanyian "Send Her Back" kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa "Tak Enak"

Internasional
Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Internasional
Selama 40 Tahun, Pria Ini Tak Keramas dan Potong Rambut

Selama 40 Tahun, Pria Ini Tak Keramas dan Potong Rambut

Internasional
Close Ads X