Trump Temukan Adanya Kolusi dalam Program TV "Saturday Night Live"

Kompas.com - 18/02/2019, 11:09 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi isyarat ketika dia menyampaikan pidato kenegaraan atau State of the Union di US Capitol, Washington DC, Selasa (5/2/2019). (AFP/SAUL LOEB) Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi isyarat ketika dia menyampaikan pidato kenegaraan atau State of the Union di US Capitol, Washington DC, Selasa (5/2/2019). (AFP/SAUL LOEB)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Aktor Alec Baldwin mengulangi perannya menjadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam program TV akhir pekan " Saturday Night Live" atau SNL.

Dia membuka acara di NBC itu dengan sketsa komedi menirukan konferensi pers Trump di Gedung Putih saat mendeklarasikan keadaan darurat nasional.

Namun bagi Trump, tidak ada yang jenaka sama sekali pada parodi SNL kali ini.

Baca juga: Trump Desak Eropa Terima Warganya yang Eks Anggota ISIS


"Tidak ada yang lucu soal Saturday Night Live pada Berita Palsu NBC," kicaunya di Twitter, Minggu (17/2/2019).

"Pertanyaannya, bagaimana jaringan ini bisa lolos dari memukul Partai Republik secara total tanpa pungutan? Begitu juga untuk banyak acara lainnya," lanjutnya.

"Sangat tidak adil dan harus diawasi. Ini adalah kolusi sesungguhnya," imbuhnya.

Empat menit kemudian, dia berkicau lagi untuk mengkritik media.

"Media yang curang dan korup adalah musuh rakyat," kicaunya.

Bladwin memang kerap beberapa kali tampil sebagai Trump dalam acara komedi tersebut. Pada acara Sabtu lalu, SNL membukanya dengan sketsa konferensi pers Trump berjudul "Tembok bekerja, tembok membuat aman".

"Anda tidak harus pintar untuk memahami itu. Pada kenyataannya, itu bagkan lebih mudah untuk dipahami jika Anda tidak sepintar itu," demikian ucapan Baldwin, yang menirukan logat bicara Trump.

Bukan kali ini saja SNL memasukkan sosok Trump dalam banyolan mereka. Pada Desember lalu, acara tersebut menghadirkan situasi dunia jika tidak ada Trump.

Laporan dari Washington Post menyebutkan, Trump kerap menargetkan media sebagai "musuh rakyat".

Baca juga: Umumkan Keadaan Darurat Nasional, Trump Menuai Gugatan

Sebelumnya, dia juga pernah bilang bahwa akan lebih baik jika melonggarkan UU pencemaran nama baik.

SNL memiliki tradisi untuk memarodikan siapa pun yang menempati Oval Office, Gedung Putih.

Variety show ini pertama kali disiarkan pada 1975, satu tahu setelah Gerald Fold menjabat presiden AS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X