Singa Gunung "Diselamatkan" dari Sebuah Pohon Dekat Rumah Warga

Kompas.com - 18/02/2019, 08:46 WIB
Singa gunung ini berada di pohon pada ketinggian sekitar 15 meter di dekat rumah warga, San Bernardino, California, Amerika Serikat, Sabtu (16/2/2019). (Facebook/San Bernardino County Fire) Singa gunung ini berada di pohon pada ketinggian sekitar 15 meter di dekat rumah warga, San Bernardino, California, Amerika Serikat, Sabtu (16/2/2019). (Facebook/San Bernardino County Fire)

SAN BERNARDINO, KOMPAS.com - Jika biasanya petugas pemadam kebakaran di Amerika Serikat juga dipanggil untuk menyelamatkan kucing peliharaan yang terjebak di pohon, maka kali ini berbeda.

Sebuah panggilan masuk ke petugas pemadam kebakaran dari sebuah rumah di California untuk menolong seekor kucing besar yang liar.

Diwartakan BBC, Senin (18/2/2019), singa gunung terlihat bertengger di cabang pohon setinggi 15 meter di dekat properti di San Bernardino.

Baca juga: Pria Ini Kisahkan Bergulat dan Bunuh Singa Gunung yang Menerkamnya


Area sekitar harus diamankan sebelum hewan tersebut dipaksa untuk turun. Petugas menggunakan obat bius untuk menidurkan binatang itu, kemudian menurunkannya dengan tali pengikat.

Ahli biologi meninjau kondisi singa gunung sebelum melepaskannya ke alam liar.

"Umum bagi singa gunung muda berkeliaran di luar yang dianggap habitat normal, untuk membangun wilayah mereka," ujar ahli biologi dari Departemen Ikan dan Margasatwa California, Kevin Brennan.

Pengawas departemen tersebut, Rick Fischer, meyakini jika petugas pemadam kebakaran tidak muncul segera dalam beberapa menit dengan fasilitas tangganya, maka akan sulit untuk mengatasi singa gunung itu.

"Membiarkan singa di pohon tidak akan aman bagi masyarakat," ujar Fischer.

"Begitu singa sadar, kami memastikan dia kembali ke habitatnya dengan selamat," imbuhnya.

Singa gunung masuk dalam anggota keluarga kucing liar. Mereka biasanya hidup di seluruh Amerika, mulai dari British Columbia sampai Argentina.

Baca juga: Setelah Bunuh Singa Gunung yang Menyerangnya, Seorang Pelari Pergi ke Rumah Sakit

Serangan singa gunung jarang terjadi, dengan kurang dari selusin orang yang tewas dalam lebih dari satu abad.

Pada awal bulan ini, seorang pria yang sedang berlari di jalur taman yang populer di pegunungan Colorado utara membunuh seekor singa gunung yang menerkamnya dari belakang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X