Tak Menyesal Gabung ISIS, Shamima Ingin Orang Simpati dengan Nasibnya

Kompas.com - 18/02/2019, 08:21 WIB
Shamima Begum ketika berusia 15 tahun sebelum meninggalkan Inggris dan bergabung dengan ISIS pada 2015.PA via BBC Shamima Begum ketika berusia 15 tahun sebelum meninggalkan Inggris dan bergabung dengan ISIS pada 2015.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Duduk bersama dengan putranya yang baru lahir di sebuah kamp pengungsi Suriah, Shamima Begun, untuk kali pertama muncul dalam wawancara eksklusif dengan Sky News, Minggu (17/2/2019).

Perempuan berusia 19 tahun itu mencuri perhatian dunia ketika ingin pulang ke Inggris. Sementara di sisi lain, dia tidak menyesal telah bergabung dengan kelompok ISIS.

Dia mengatakan, banyak orang yang harus bersimpati padanyal. Menurutnya, pihak berwenang Inggris tidak memiliki bukti bahwa dia telah melakukan sesuatu yang berbahaya.

"Orang-orang harus bersimpati kepada saya atas semua yang saya lalui," katanya.

Baca juga: Shamima Melahirkan Bayi Laki-kali di Kamp Pengungsian di Suriah

"Saya tidak tahu apa yang saya hadapi ketika pergi. Saya harap, mungkin demi anak saya, mereka akan membiarkan saya kembali. Saya tidak bisa tinggal di kamp ini selamanya," imbuhnya.

Wawancara yang digelar pada pekan lalu itu juga mengungkapkan bagaimana dirinya yang tak terganggu melihat penggalan kepala di tempat persembunyian.

"Saya tahu soal hal berkaitan pemenggalan, dan saya baik-baik saja dengan itu," ucapnya.

Shamima melarikan diri dari keluarganya di Bethnal Green, London Timur, pada saat usianya 15 tahun. Perempuan itu mengaku telah membuat kesalahan.

"Tapi saya tidak menyesal karena itu mengubah saya sebagai pribadi. Saya menjadi lebih kuat, lebih tangguh," tuturnya.

"Saya tidak akan menemukan seseorang di Inggris seperti suami saya. Saya punya anak, saya menikmati kehidupan. Tapi itu sulit pada akhirnya, saya tidak bisa menerimanya. Saya harus pergi," katanya.

Shamima mengecam anggapan bahwa dia bisa berbahaya jika diizinkan kembali ke ISIS. Dia bersikukuh hanya menjadi seorang ibu rumah tangga selama berada di Suriah.

"Saya tinggal di rumah, saya mengurus suami dan anak-anak. Saya tidak pernah membuat propaganda atau mendorong orang lain datang ke Suriah," ucapnya.

Awal gabung ISIS

Shamima memutuskan bergabung dengan kelompok ekstremis itu usai menyaksikan video propaganda online di Inggris.

Awalnya, kehidupan Shamima dalam naungan ISIS disebutnya sebagai baik-baik saja. Dia menikahi seorang anggota ISIS asal Belanda, Yago Riedijk, tiga pekan setelah sampai di Suuriah.

Namun banyak hal menjadi lebih sulit usai kubu ISIS di Raqqa telah dikalahkan sehingga memaksa keluarga itu melarikan diri.

Putranya, Jerah, dan putrinya, Sarayah, meninggal dunia karena tidak mendapat perawatan medis yang layak. Sementara, dia dan suaminya pisah setelah menyerah kepada pasukan Kurdi.

Dia mengatakan, bayi yang baru dilahirkannya merupakan alasannya ingin kembali ke Inggris.

"Saya ingin pergi karena dia. Mencoba memberinya kehidupan yang lebih baik. Saya akan mencoba yang terbaik untuk tetap bersamanya, katanya.

Baca juga: Inggris Bakal Cegah Niat Shamima Pulang Setelah Gabung dengan ISIS

Shamima masih ingin Inggris menerimanya kembali, meski dia tahu akan menghadapi tuntutan.

"Tolong, jangan menyerah pada saya. Bawa saya kembali, saya tidak ingin tinggal (di Suriah)," ujarnya dalam sebuah pesan kepada keluarganya.

Shamima merupakan salah satu dari 33.000 perempuan dan anak-anak yang berada di kamp pengungsi al-Hawl di Suriah utara.

Di sana, 50 bayi dan balita meninggal akibat kedinginan dan kelaparan selama tiga bulan terakhir.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Internasional
Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Internasional
Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Internasional
Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Internasional
Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Internasional
Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Internasional
Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Internasional
Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Internasional
Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Internasional
Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Internasional
Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Internasional
Warga Negara-negara Arab Mengaku Semakin Tidak Relijius

Warga Negara-negara Arab Mengaku Semakin Tidak Relijius

Internasional
Pemimpin ISIS Cabang Yaman Dibekuk Pasukan Khusus Arab Saudi

Pemimpin ISIS Cabang Yaman Dibekuk Pasukan Khusus Arab Saudi

Internasional

Close Ads X