Kompas.com - 18/02/2019, 08:21 WIB

Shamima mengecam anggapan bahwa dia bisa berbahaya jika diizinkan kembali ke ISIS. Dia bersikukuh hanya menjadi seorang ibu rumah tangga selama berada di Suriah.

"Saya tinggal di rumah, saya mengurus suami dan anak-anak. Saya tidak pernah membuat propaganda atau mendorong orang lain datang ke Suriah," ucapnya.

Awal gabung ISIS

Shamima memutuskan bergabung dengan kelompok ekstremis itu usai menyaksikan video propaganda online di Inggris.

Awalnya, kehidupan Shamima dalam naungan ISIS disebutnya sebagai baik-baik saja. Dia menikahi seorang anggota ISIS asal Belanda, Yago Riedijk, tiga pekan setelah sampai di Suuriah.

Namun banyak hal menjadi lebih sulit usai kubu ISIS di Raqqa telah dikalahkan sehingga memaksa keluarga itu melarikan diri.

Putranya, Jerah, dan putrinya, Sarayah, meninggal dunia karena tidak mendapat perawatan medis yang layak. Sementara, dia dan suaminya pisah setelah menyerah kepada pasukan Kurdi.

Dia mengatakan, bayi yang baru dilahirkannya merupakan alasannya ingin kembali ke Inggris.

"Saya ingin pergi karena dia. Mencoba memberinya kehidupan yang lebih baik. Saya akan mencoba yang terbaik untuk tetap bersamanya, katanya.

Baca juga: Inggris Bakal Cegah Niat Shamima Pulang Setelah Gabung dengan ISIS

Shamima masih ingin Inggris menerimanya kembali, meski dia tahu akan menghadapi tuntutan.

"Tolong, jangan menyerah pada saya. Bawa saya kembali, saya tidak ingin tinggal (di Suriah)," ujarnya dalam sebuah pesan kepada keluarganya.

Shamima merupakan salah satu dari 33.000 perempuan dan anak-anak yang berada di kamp pengungsi al-Hawl di Suriah utara.

Di sana, 50 bayi dan balita meninggal akibat kedinginan dan kelaparan selama tiga bulan terakhir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.