Komentar Netanyahu soal Holocaust Bikin PM Polandia Batal ke Israel

Kompas.com - 18/02/2019, 07:30 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. AFP / ABIR SULTAN / POOLPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

WARSAW, KOMPAS.com - Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki membatalkan kunjungan ke Israel usai munculnya komentar pemimpin negara itu tentang orang Polandia dan Holocaust.

Diwartakan kantor berita AFP, Minggu (18/2/2019), sebelumnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan penduduk Polandia bekerja sama dengan Nazi.

Komentarnya itu menuai kecaman di Polandia karena nampak menuding seluruh rakyat Polandia berkerja sama dengan Jerman selama Perang Dunia II.

Baca juga: Anggota Girlband Thailand BNK48 Bersedia Belajar soal Holocaust

Polandia selama ini bersusah payah untuk menunjukkan diri tidak pernah berkolaborasi dalam peristiwa Holocaust, meski individu warganya mungkin melakukannya.

Seperti diketahui, Polandia diduduki oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II dan kehilangan enam juta warga termasuk tiga juta orang Yahudi.

Sementara itu, Kantor PM Israel menyebutkan Netanyahu tidak pernah menyebutkan semua rakyat Polandia terlibat dalam Holocaust.

Pemberitaan yang muncul di surat kabar Haaretz dan media lainnya diklaim salah kutip.

"Netanyahu berbicara tentang orang Polandia bukan rakyat Polandia atau negara Polandia," demikian pernyataan dari kantor pemerintah.

Namun, Morawiecki tidak akan menghadiri KTT Visegrad Group, sebuah pertemuan diplomatik negara-negara Eropa tengah, di Yerusalem pada pekan ini.

"Perdana Menteri Morawiecki berbicara dengan Perdana Menteri Netanyahu melalui panggilan telepon bahwa Polandia akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Jacek Czaputowicz," kata juru bicara pemerintah Joanna Kopcinska.

"Pertanyaan tentang kebenaran sejarah dan pengorbanan yang dibayar Polandia selama Perang Dunia II memiliki nilai fundamental bagi Polandia," tambahnya.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Venezuela Berupaya Pulihkan Hubungan dengan Israel

Kontroversi baru dalam hubungan Polandia-Israel muncul setelah perselisihan tahun lalu atas UU di Polandia tentang ilegalnya perbuatan yang menuduh negara Polandia dalam kejahatan Nazi Jerman.

Setelah protes dari Israel dan AS, Polandia mengubah undang-undang itu dengan menghapus kemungkinan denda atau hukuman penjara.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X