Trump Diajukan Jepang Jadi Peraih Nobel Perdamaian? Ini Tanggapan Abe

Kompas.com - 17/02/2019, 14:03 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump usai pertemuan di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, Rabu (18/4/2018).AFP/JOE RAEDLE Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump usai pertemuan di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, Rabu (18/4/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat terus memuji jalinan hubungan negaranya dengan Korea Utara, menjelang pertemuan keduanya pada akhir bulan ini.

Berbicara di Gedung Putih, Trump menyinggung mantan Presiden AS Barack Obama, yang menurutnya justru mendekatkan diri pada perang dengan negara bersenjata nuklir.

Sebagai informasi, Trump mengklaim akan bertemu dengan pemimpin Korea Utara untuk kali kedua pada 27-28 Februari 2019 di Vietnam.

Baca juga: Gara-gara Pernyataan Rasis, Gelar Kehormatan Peraih Nobel DNA Dicopot

Pria berusa 72 tahun itu bahkatn menyebut Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengiriminya salinan surat setebal lima halaman yang dikirimkan kepada komite Penghargaan Nobel Perdamaian.

Abe juga disebut mengajukan Trump sebagai pemenang atas upayanya dalam meredakan ketegangan dengan Korut.

"Dia bilang, 'Saya menunjuk Anda dengan hormat atas nama negara Jepang, saya meminta mereka memberikan Anda Nobel Perdamaian'," katanya menirukan ucapan Abe.

"Saya menyampaikan terima kasih," lanjut Trump, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Jumat (15/2/2019).

"Banyak orang yang merasakan hal itu juga. Saya mungkin tidak akan pernah mendapatkannya. Tidak apa-apa," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Abe mengaku menerima permintaan dari pemerintah AS untuk mengajukan Trump sebagai pemenang Nobel Perdamaian.

Demikian laporan surat kabar Asahi, seperti diwartakan Straits Times, Minggu (17/2/2019).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang di Tokyo mengatakan, kementerian menyadari pernyataan Trump, tetapi akan menahan diri dari mengomentari interaksi antara kedua pemimpin.

Situs web Yayasan Nobel menyatakan, nominasi untuk Nobel Perdamaian dapat diajukan oleh siapa saja yang memenuhi kriteria nominasi.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, Penghargaan Nobel Pertama di Stockholm

Nobel Perdamaian 2018 diraih oleh Dokter Denis Mukwege asal Kongo dan aktivis etnis Yazidi Nadia Murad.

Mukwege meraih hadiah ini karena mendedikasikan sebagian besar waktu masa dewasanya untuk membantu korban kekerasan seksual di Republik Demokratik Kongo.

Sementara Nadia Murad dikenal sebagai penyintas kekerasan seksual yang amat kejam saat dia menjadi sandera ISIS.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Iran: Trump Harus Tahu Kita Tak Hidup di Abad 18

Iran: Trump Harus Tahu Kita Tak Hidup di Abad 18

Internasional
Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional

Close Ads X