Hadapi Pemotor Tanpa Helm, Polantas di India Ini Pakai Cermin sebagai "Senjata"

Kompas.com - 16/02/2019, 21:40 WIB
Polisi lalu lintas di Delhi, Sandeep Shahi (kiri) mengangkat cermin dan mengarahkannya ke seorang pembonceng yang tidak mengenakan helm.AFP / PRAKASH SINGH Polisi lalu lintas di Delhi, Sandeep Shahi (kiri) mengangkat cermin dan mengarahkannya ke seorang pembonceng yang tidak mengenakan helm.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Jalanan di India menjadi salah satu jalanan yang paling mematikan di dunia dengan banyaknya angka kecelakaan yang menelan korban jiwa.

Tingginya angka korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas di India tidak lepas dari sikap para pengendara dan pengguna jalan yang kerap tak mematuhi peraturan berlalu lintas, salah satunya dengan tidak mengenakan helm.

Kondisi ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Sandeep Shahi, seorang polisi lalu lintas yang sehari-harinya bertugas di New Delhi.

Shahi mengaku kerap memberikan helm kepada para pengendara motor yang kedapatan tidak mengenakan pelindung kepala di tengah lalu lintas yang padat dan berbahaya.


Namun belakangan, Shahi menemukan cara yang lebih efektif untuk memperingatkan para pemotor tak berhelm tersebut, yakni dengan menggunakan cermin.

Baca juga: Salju Longsor di India Kashmir, 10 Orang Dilaporkan Hilang

Kini, Shahi akan selalu membawa sebuah cermin saat bertugas di persimpangan jalan yang ramai.

Ketika lampu merah menyala dan dia menemukan ada pengendara motor yang tidak mengenakan helm, maka dia akan mendekati mereka, mengangkat cermin di depan dadanya, hingga wajah si pengendara motor terpantul jelas di cermin.

"Selama empat tahun terakhir, saya telah mencoba membujuk pengendara untuk mau mengenakan helm, tetapi tidak berhasil," kata Shahi kepada AFP, Jumat (15/2/2019).

"Lalu suatu hari saat saya berboncengan dengan teman saya naik sepeda, saya melihat diri saya di cermin tanpa helm dan saya merasa malu."

Baca juga: NASA: China dan India Sukses Bikin Bumi Makin Hijau

"Saat itulah terlintas di benak saya, jika saya membuat orang lain melihat diri mereka di cermin, mungkin mereka akan merasa malu dan mulai mengenakan helm. Karena cermin tidak pernah berbohong," ujarnya.

Shahi mengaku, triknya tersebut cukup berhasil untuk menyadarkan para pemotor tanpa helm, karena beberapa pengendara akan langsung meminta maaf dan berjanji tidak akan lagi mengendarai motor tanpa helm.

"Saya juga membawa tulisan tentang peraturan keselamatan jalan yang saya perlihatkan kepada para pengguna jalan."

"Saya senang bahwa cermin yang sederhana ini efektif mencegah pelanggaran," ujarnya.

Undang-Undang di India mengamanatkan para pengendara sepeda motor untuk mengenakan helm dengan benar.

Pelanggar peraturan lalu lintas ini dapat diancam dengan sanksi denda hingga 1.000 rupee (Rp 197.000). Meski demikian masih banyak pengguna jalan yang mengabaikannya.

Di jalanan di New Delhi adalah pemandangan biasa melihat mengemudi kendaraan yang mengebut atau bahkan dalam keadaan mabuk.

Data kepolisian lalu lintas di India, angka kematian di jalan raya negara itu mencapai lebih dari 100.000 jiwa per tahun.

Baca juga: Di India, Jalan Raya Lebih Mematikan daripada Teroris

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Hari Ini dalam Sejarah: Manusia Pertama yang Berhasil Jejakkan Kaki di Bulan

Hari Ini dalam Sejarah: Manusia Pertama yang Berhasil Jejakkan Kaki di Bulan

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Komentar Rasis Trump | Kebakaran Kyoto Animation

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Komentar Rasis Trump | Kebakaran Kyoto Animation

Internasional
Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Internasional
AS Klaim Tembak Jatuh 'Drone' Iran, Teheran: Trump Berkhayal

AS Klaim Tembak Jatuh "Drone" Iran, Teheran: Trump Berkhayal

Internasional
Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Internasional
Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Internasional
Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Internasional
Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Internasional
Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Internasional
Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Internasional
Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau 'Ngungsi' ke Rumah Warga

Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau "Ngungsi" ke Rumah Warga

Internasional
Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Internasional
Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Internasional
Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Internasional
Buntut Nyanyian 'Send Her Back' kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa 'Tak Enak'

Buntut Nyanyian "Send Her Back" kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa "Tak Enak"

Internasional
Close Ads X