Umumkan Keadaan Darurat Nasional, Trump Menuai Gugatan

Kompas.com - 16/02/2019, 12:24 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan penghormatan ketika kembali ke Gedung Putih selepas menjalani tes fisik tahunan di Rumah Sakit Militer Walter Reed pada Jumat (8/2/2019).AFP/JIM WATSON Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan penghormatan ketika kembali ke Gedung Putih selepas menjalani tes fisik tahunan di Rumah Sakit Militer Walter Reed pada Jumat (8/2/2019).

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden Donald Trump memenuhi janjinya untuk mengumumkan keadaan darurat nasional seusai menandatangani undang-undang belanja negara demi menghindari kembali terjadinya shutdown pemerintahan.

Pada Jumat (15/2/2019), Trump resmi mendeklarasikan keadaan darurat nasional untuk membangun tembok di perbatasan AS dengan Meksiko.

Namun, keputusan Trump tersebut langsung mendapat perlawanan hukum dari sejumlah pihak yang menolak pembangunan tembok perbatasan, di antaranya para pemilik lahan dan pemerintah daerah di lokasi proyek pembangunan tembok.

Pakar hukum mengatakan, ini adalah kali pertama seorang presiden menggunakan hak menyatakan keadaan darurat untuk mengatasi penolakan Kongres tentang pendanaan.

Baca juga: Demi Danai Tembok Perbatasan, Trump Umumkan Darurat Nasional

Sebagaimana diketahui, Trump telah mengajukan proposal pembangunan tembok perbatasan Meksiko yang membutuhkan dana sebesar 5,7 miliar dollar AS (sekitar Rp 80 triliun).

Namun, Kongres AS menolak permintaan dana Trump dan hanya menyetujui memberikan dana sebesar 1,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 19,6 triliun).

Selain itu, para pakar juga mempertanyakan pandangan Trump yang menilai masalah imigrasi sebagai keadaan darurat nasional dan penyaluran dana militernya untuk proyek nonmiliter.

Dilansir AFP, hanya selang beberapa jam setelah pengumuman yang dilakukan Trump, tuntutan hukum datang dari New York, California, dan Serikat Hak-hak Sipil. Pemerintahan Trump juga menghadapi penyelidikan dari komite Majelis Kehakiman.

Jaksa Agung New York menjadi yang pertama melayangkan gugatan hukum atas deklarasi Trump. Sementara Gubernur California mengatakan siap menemui presiden di pengadilan.

"California akan menemui Anda di pengadilan," kata Gubernur California Gavin Newsome.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa dia sepenuhnya yakin akan adanya gugatan hukum setelah dirinya mengumumkan situasi darurat nasional. Namun, dia juga yakin dirinya akan meraih kemenangan.

"Saya berharap untuk dituntut. Sayangnya, itu akan melalui semua proses dan kami akan menang," ujar Trump.

"Kami akan mendapatkan keadaan darurat nasional dan kami kemudian akan dituntut," kata Trump.

"Lalu kami akan berakhir di Mahkamah Agung dan mudah-mudahan kami akan memperoleh keadilan dan menang," ungkap Trump.

Baca juga: Senator AS: Aset El Chapo Bisa Dimanfaatkan untuk Bangun Tembok Perbatasan

Disampaikan Gedung Putih, deklarasi keadaan darurat nasional yang diumumkan Trump akan memungkinkan dilakukannya penarikan dana dari sumber lain untuk memenuhi kebutuhan proyek tembok perbatasan.

Dalam hal ini, Trump akan bisa menarik dana sekitar 6,6 miliar dollar (Rp 93 miliar) dari sumber lain.

Deklarasi keadaan darurat nasional tersebut dilandasi aturan Undang-Undang Keadaan Darurat Nasional 1976, yang memungkinkan dibuatnya pernyataan darurat nasional jika memang ada alasan kuat.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Bobol Atap, Bos Mafia Italia Rocco Morabito Kabur dari Penjara di Uruguay

Bobol Atap, Bos Mafia Italia Rocco Morabito Kabur dari Penjara di Uruguay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

Internasional
Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Internasional
Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Internasional
Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Internasional
'Manusia Pohon' Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi agar Terbebas dari Sakit

"Manusia Pohon" Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi agar Terbebas dari Sakit

Internasional
Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Internasional
Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Internasional
Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Internasional
Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Internasional
Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Internasional
Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Internasional
China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

Internasional
Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Internasional
Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Internasional

Close Ads X