Diinterogasi karena Berbahasa Spanyol, 2 Warga AS Gugat Pemerintah

Kompas.com - 16/02/2019, 07:03 WIB
US Custom and Border Protection (CBP).AFP US Custom and Border Protection (CBP).

HELENA, KOMPAS.com - Dua orang warga AS menggugat US Customs and Border Protection (CBP) atau Badan Pabean dan Perlindungan Perbatasan.

Gugatan dilakukan karena CBP sempat menahan keduanya hanya kerena mereka "ngobrol" dalam bahasa Spanyol di negara bagian Montana.

Ana Suda dan Martha Hernandez ditahan CPB pada Mei tahun lalu setelah seorang petugas mendengar mereka ngobrol dalam bahasa Spanyol di sebuah toko kelontong.

Baca juga: Cegah Masuknya Imigran, AS Akan Bantu Meksiko Senilai Rp 296 Miliar

Agen CBP Paul O'Neal mengiterogasi mereka selama 40 menit dan meminta keduanya menunjukkan kartu identitas.

Menurut catatan pengadilan, kedua perempuan itu yakin mereka sudah dalam proses penahanan.

Persatua Kebebasan Sipil Amerika (ACLU) menjadi lembaga yang mewakili kedua perempuan itu mengajukan gugatan.

"Berbicara dalam bahasa Spanyol tidak melanggar hukum," kata staf ACLU Cody Wofsy dalam pernyataan persnya.

"Perilaku CBP ini menunjukkan sikap tak terkendali lembaga negara yang didorong sikap anti-imigran pemerintah," tambah Cody.

Gugatan hukum ini diajukan untuk menghentikan CBP menangkap siapa pun tanpa sebab hanya karena seseorang berbicara atau memiliki aksen Spanyol.

ACLU juga menuntut agar kedua perempuan itu mendapatkan kompensasi akibat insiden ini.

Ana Suda, yang lahir di Texas merekam insiden itu di telepon genggamnya. Sementara, Martha Hernandez adalah perempuan kelahiran California.

Agen O'Neal mengatakan, dalam rekaman itu dia memang meminta keduanya menunjukkan kartu identitas.

"Sebab mereka berbahasa Spanyol yang jarang sekali terdengar di sini (Montana)," ujarnya.

Saat insiden ini muncul ke permukaan dan diketahui publik, CBP mengatakan, pihaknya selalu berkomitmen memperlakukan siapa pun secara profesional, bermartabat, dan terhormat.

Berdasarkan hasil sensus, sebanyak 41 juta warga AS menggunakan bahasa Spanyol sebagai alat komunikasi sehari-hari.

Baca juga: Demi Danai Tembok Perbatasan, Trump Umumkan Darurat Nasional

AS adalah negara terbesar kedua dengan populasi warga berbahasa Spanyol di dunia.

Bahkan, jumlah populasi berbahasa Spanyol di AS jauh lebih besar dibanding di Spanyol sendiri jika mereka yang bilingual ikut dihitung.



Terkini Lainnya


Close Ads X