AS Beri Sanksi Lima Pejabat Venezuela yang "Dekat" dengan Maduro

Kompas.com - 15/02/2019, 23:13 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat memberikan pidato dalam peringatan Ulang Tahun Tentara Venezuela ke-81 di Caracas, Sabtu (4/8/2018), sesaat sebelum terjadi serangan drone bermuatan bom. AFP / JUAN BARRETOPresiden Venezuela Nicolas Maduro saat memberikan pidato dalam peringatan Ulang Tahun Tentara Venezuela ke-81 di Caracas, Sabtu (4/8/2018), sesaat sebelum terjadi serangan drone bermuatan bom.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Departemen Keuangan AS mengumumkan, Jumat (15/2/2019), telah menjatuhkan sanksi terhadap lima pejabat Venezuela yang dekat dengan Presiden Nicolas Maduro.

Dilansir AFP, mengutip pernyataan Departemen Keuangan AS, lima pejabat Venezuela yang disanksi itu meliputi pejabat intelijen dan keamanan.

Dalam pernyataan tersebut, Washington juga menyebut Maduro sebagai "mantan" presiden Venezuela.

"Mereka yang menjadi sasaran (sanksi) selaras dengan mantan presiden yang tidak sah Nicolas Maduro, yang terus menekan demokrasi dan aktor-aktor demokrasi di Venezuela," tulis pernyataan departemen keuangan.

Baca juga: 25 Negara Janjikan Beri Bantuan untuk Venezuela

Sanksi yang dijatuhkan Departemen Keuangan AS terhadap para pejabat tersebut termasuk dibekukannya semua aset milik para pejabat yang ada di bawah kendali AS, serta melarang setiap warga Amerika untuk berbisnis dengan mereka.

Di antara lima pejabat yang disanksi, salah satunya adalah Manuel Quevedo, yang digambarkan oleh Departemen Keuangan sebagai presiden "tidak sah" perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA.

Kemudian ada nama Ivan Rafael Hernandez, komandan pengawal presiden Maduro dan kepala dinas kontra-intelijen militer.

Hernandez dipandang Departemen Keuangan AS bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan penindasan masyarakat sipil dan oposisi demokratis.

Nama ketiga yakni kepala badan intelijen Manuel Ricardo Cristopher, yang bertanggung jawab mengawasi penyiksaan, pelanggaran HAM, dan penganiayaan massal terhadap oposisi Venezuela.

Sementara dia pejabat lainnya adalah komandan unit polisi khusus dan komisaris pertama dinas intelijen.

Pemberian sanksi kepada pejabat Venezuela ini menjadi langkah terbaru Washington yang bulan lalu mengumumkan mengakui pemimpin oposisi, sekaligus ketua Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido sebagai presiden interim dan tidak mengakui Maduro.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga menggambarkan Maduro sebagai bagian dari "mafia negara" yang bertanggung jawab atas keruntuhan ekonomi Venezuela.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Venezuela Berupaya Pulihkan Hubungan dengan Israel



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X