Polisi Turki Sebut Jenazah Khashoggi Dimusnahkan dengan Cara Dibakar

Kompas.com - 15/02/2019, 22:23 WIB
Wilayah di sekitar gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki ditutup polisi untuk kepentingan penggeledahan terkait hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. AFP/OZAN KOSEWilayah di sekitar gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki ditutup polisi untuk kepentingan penggeledahan terkait hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi.

ANKARA, KOMPAS.com - Kasus pembunuhan Jamal Khashoggi masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Salah satu yang masih menjadi pertanyaan adalah apa yang terjadi pada jenazah sang jurnalis.

Sebelumnya otoritas Turki meyakini bahwa jenazah Khashoggi telah dilarutkan menggunakan zat asam sebelum dibuang ke saluran pembuangan.

Kini laporan terbaru dari kantor berita Turki, Anatolia, Kamis (14/2/2019), menyebutkan bahwa jenazah Khashoggi telah dimutilasi dan dibakar.

Kepolisian Turki hingga kini belum menemukan sisa tubuh Khashoggi, kolumnis Washington Post yang kerap mengkritisi kebijakan pemerintahan Saudi dan Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman.

Baca juga: Menteri Saudi Saat Ditanya di Mana Jenazah Khashoggi: Kami Tidak Tahu

Upaya pencarian telah dilakukan, bahkan hingga melakukan penggeledahan ke kantor konsulat Saudi dan kediaman konsul di Istanbul.

Diberitakan Reuters, polisi Turki kini meyakini bahwa tubuh Khashoggi kemungkinan telah dimutilasi dan dimusnahkan dengan cara dibakar.

Pernyataan tersebut didukung keberadaan tungku pembakaran di Konsulat Arab Saudi di Istanbul yang mampu mencapai suhu lebih dari 1.000 derajat celsius.

"Konsulat Saudi memiliki dua sumur dan tungku pembakaran yang bisa mencapai suhu lebih dari 1.000 derajat, yang akan menghancurkan jejak DNA apa pun," demikian tulis laporan kepolisian, seperti dilansir The New Arab.

Laporan tersebut juga menyebutkan, Khadija Jenghis, tunangan Khashoggi, bisa saja turut dibunuh bersama sang jurnalis apabila dia memasuki konsulat Saudi saat pembunuhan terjadi.

Pelapor Khusus PBB untuk eksekusi ekstrayudisial, Agnes Callamard, mengaku memperoleh temuan awal yang mendukung penyelidikan oleh Turki, saat dia mengunjungi negara itu pada awal bulan ini.

Sementara itu, penyelidik hak asasi manusia telah menyebut pembunuhan Jamal Khashoggi sebagai pembunuhan brutal dan terencana yang dilakukan oleh pejabat Saudi.

Dalam percakapan yang disadap oleh agen intelijen AS, Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman terdengar mengatakan kepada seorang bawahannya bahwa dia akan membunuh Khashoggi dengan "sebutir peluru" jika tidak kembali ke Arab Saudi secara sukarela maupun dengan kekerasan.

Baca juga: PBB: Pembunuhan Brutal Jamal Khashoggi Dilakukan oleh Saudi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X