Maret 2019, Australia Target Sahkan Perjanjian Perdagangan dengan Indonesia

Kompas.com - 15/02/2019, 20:57 WIB
Presiden Joko Widodo, Jumat (31/8/2018) sore, menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Istana Kepresidenan Bogor. Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo, Jumat (31/8/2018) sore, menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Istana Kepresidenan Bogor.

SYDNEY, KOMPAS.com - Pemerintah Australia pada Jumat (15/2/2019) memperkirakan penandatanganan perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia akan dilakukan pada Maret 2019.

Sebelumnya, kedua negara sempat bersitegang usai Australia mempertimbangkan rencana pemindahan Kedutaan Besar di Tel Aviv ke Yerusalem.

Laporan kantor berita AFP menyebutkan, kesepakatan bernilai miliaran dollar itu mencakup peningkatan akses bagi ternak sapi dan domba Australia untuk dikonsumsi rakyat Indonesia.

Selain itu, universitas, penyedia layanan kesehatan, dan perusahaan tambang dari Australia akan mendapat keuntungan dari kemudahan memasuki Indonesia.

Baca juga: Australia Umumkan Kembali Buka Pusat Penampungan Imigran di Pulau Christmas

Di sisi lain, akses yang lebih besar ke pasar Australia diperkirakan akan memacu industri otomotif dan tekstil, serta meningkatkan ekspor kayu, barang elektronik, serta obat-obatan Indonesia.

"Ini merupakan kesepakatan yang kuat bagi kedua negara, yang akan meningkatkan aliran perdagangan dan investasi dua arah," kata Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham.

"Juga menciptakan lebih banyak peluang bagi petani, bisnis, dan pembangunan ekonomi," imbuhnya.

Perdagangan bilateral kedua negara pada tahun lalu telah mencapai 11,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 165,4 triliun.

Sebagai informasi, perundingan yang diberi nama Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement ( IA-CEPA) sudah berlangsung selama enam tahun.

"Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dengan ekonomi yang tumbuh cepat, menjadikan penguatan hubungan kita penting secara strategis dan ekonomis," kata Birmingham dalam sebuah pernyataan.

"Saya terus melakukan diskusi yang sangat konstruktif dengan sejumlah menteri Indonesia dalam beberapa bulan terakhir," lanjutnya.

"Saya senang dapat menyelesaikan kesepakatan yang kami harap akan mencapai penandatanganan pada Maret," imbuhnya.

ABC mewartakan, perundingan perjanjian perdagangan itu dilaporkan sudah disepakati pada Agustus 2018 ketika Perdana Menteri Australia Scott Morrison berkunjung ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Australia Beli 12 Kapal Selam Canggih dari Perancis Senilai Rp 498 Triliun

Ketika itu Morrison baru saja menggantikan Perdana Menteri sebelumnya Malcolm Tunrbull.

Sebelumnya, Morrison mengajukan kebijakan relokasi kedubes Australia ke Yerusalem, menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel.

Pada Desember lalu, Morrison mengikuti jejak Trump, namun pemindahan kedubes dari Tel Aviv tidak akan terjadi hingga penyelesaian damai antara Palestina dan Israel tercapai.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP,ABC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X