Putin: Pemerintah Suriah Harus Kuasai Wilayah yang Ditinggalkan Pasukan AS

Kompas.com - 15/02/2019, 20:14 WIB
Presiden Iran Hasan Rouhani (kiri) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, saat bertemu di Sochi, Kamis (14/2/2019). AFP / STRINGER / IRANIAN PRESIDENTIAL OFFICEPresiden Iran Hasan Rouhani (kiri) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, saat bertemu di Sochi, Kamis (14/2/2019).

SOCHI, KOMPAS.com - Pemerintah di bawah rezim Bashar Al-Assad harus kembali mengambil alih wilayah Suriah yang kini ditempati militer AS, saat Washington menarik pasukannya.

Usulan itu disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin usai menggelar pertemuan membahas penyelesaian damai di Suriah dengan pemimpin Turki dan Iran di Sochi, Kamis (14/2/2019).

Dalam pertemuan yang digelar Rusia, Putin bersama dengan Presiden Iran Hasan Rouhani dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas skenario perdamaian di Suriah, setelah AS menarik pasukannya.

"Satu-satunya solusi yang tepat adalah dengan memindahkan kendali wilayah-wilayah itu di bawah pemerintah Suriah," kata Putin, dilansir The New Arab, Jumat (15/2/2019).

Baca juga: Pasukan Kurdi Suriah Telah Merebut Kembali Lebih dari 99 Persen Wilayah ISIS

Ditambahkan Presiden Erdogan, penarikan tentara AS tidak seharusnya berakhir dengan adanya kekosongan kekuasaan.

Pasukan AS dikabarkan bersiap untuk pergi meninggalkan Suriah pada April mendatang, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penarikan diri militer Amerika dari negara konflik itu pada Desember lalu.

Rusia bersama Iran dan Turki juga telah menyepakati untuk mengambil langkah lebih lanjut guna menstabilkan situasi di Provinsi Idlib, Suriah barat laut.

Putin mengatakan kepada pemimpin Turki dan Iran bahwa gerilyawan di Idlib harus "diberantas" dan meminta kedua negara untuk mempertimbangkan langkah nyata untuk menghancurkan "sarang teroris".

Erdogan menambahkan, satu-satunya cara untuk menjaga keutuhan wilayah di Suriah adalah dengan mengusir pasukan Kurdi dari Manbij dan wilayah di timur Sungai Eufrat.

Turki bertujuan untuk menciptakan zona penyangga di timur laut Suriah demi melindungi perbatasannya dari milisi Kurdi yang dianggap "teroris".

Baca juga: Terjadi Ledakan Bom di Dekat Kedubes Rusia di Suriah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X