Buntut Tragedi di Kashmir, India Janjikan "Balasan Terkuat" kepada Pakistan

Kompas.com - 15/02/2019, 16:51 WIB
Pasukan keamanan India memeriksa sisa-sisa kendaraan yang hancur diserang bom bunuh diri oleh kelompok pemberontak Pakistan, Jaish-e-Mohammad, di dekat kota Awantipur, Lethpora di Kashmir, Kamis (14/2/2019). (AFP) Pasukan keamanan India memeriksa sisa-sisa kendaraan yang hancur diserang bom bunuh diri oleh kelompok pemberontak Pakistan, Jaish-e-Mohammad, di dekat kota Awantipur, Lethpora di Kashmir, Kamis (14/2/2019). (AFP)

NEW DELHI, KOMPAS.com - Perdana Menteri India Narendra Modi menjanjikan balasan yang "cocok" kepada Pakistan buntut tragedi bom bunuh diri di Kashmir.

Serangan yang terjadi di jalan raya Srinagar-Jammu itu menewaskan sekitar 42 anggota paramiliter Pasukan Polisi Cadangan Pusat (CRPF).

Baca juga: Tragedi di India Kashmir, 37 Tentara Tewas Diserang Bom Bunuh Diri

"Kami akan memberikan balasan terkuat," ujar Modi dalam pidatonya Jumat pagi (15/2/2019), sebagaimana diwartakan Al Jazeera.

Pidato itu diberikan setelah dia bertemu penasihat keamanan untuk membahas balasan atas serangan paling mematikan terhadap militer dalam beberapa dekade itu.

Modi menegaskan siapapun yang melakukan serangan itu bakal membayarnya dengan mahal. Dan siapapun yang mendukung bakal dihukum.

"Jika tetangga kami mengira mereka bisa melumpuhkan India, mereka salah besar," lanjut Modi dikutip harian Indian Express.

Serangan terhadap paramiliter itu kelompok bersenjata Pakistan Jaish-e-Mohamamad (JeM) yang melakukan serangan bunuh diri ke India sejak dibentuk pada 2000.

India menyalahkan Pakistan atas serangan terhadap konvoi militer dengan menuduh membiarkan JeM beroperasi di wilayahnya, klaim yang dibantah Islamabad.

Menteri Luar Negeri Arun Jaitley mengatakan pemerintah berusha menjajaki langkah diplomatik untuk mengisolasi Pakistan dari komunitas internasional.

Diberitakan BBC, Jaitley berkata India juga berencana menarik status Pakistan sebagai Negara Paling Disukai dari Badan Perdagangan Dunia (WTO).

Namun setelah Modi menyatakan tentang balasan, para analis memprediksi New Delhi bakal melakukan aksi yang lebih besar kepada Pakistan.

Kashmir merupakan kawasan dengan penduduk mayoritas Muslim yang menjadi sumber sengketa dua negara selama bertahun-tahun.

Beberapa jam setelah serangan, Kementerian Luar Negeri India menyerukan agar pemimpin JeM Masood Azhar sebagai teroris oleh PBB.

Baca juga: Dalam Pertempuran Terakhir, ISIS Gunakan Bom Bunuh Diri



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X