Kompas.com - 15/02/2019, 16:51 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com - Perdana Menteri India Narendra Modi menjanjikan balasan yang "cocok" kepada Pakistan buntut tragedi bom bunuh diri di Kashmir.

Serangan yang terjadi di jalan raya Srinagar-Jammu itu menewaskan sekitar 42 anggota paramiliter Pasukan Polisi Cadangan Pusat (CRPF).

Baca juga: Tragedi di India Kashmir, 37 Tentara Tewas Diserang Bom Bunuh Diri

"Kami akan memberikan balasan terkuat," ujar Modi dalam pidatonya Jumat pagi (15/2/2019), sebagaimana diwartakan Al Jazeera.

Pidato itu diberikan setelah dia bertemu penasihat keamanan untuk membahas balasan atas serangan paling mematikan terhadap militer dalam beberapa dekade itu.

Modi menegaskan siapapun yang melakukan serangan itu bakal membayarnya dengan mahal. Dan siapapun yang mendukung bakal dihukum.

"Jika tetangga kami mengira mereka bisa melumpuhkan India, mereka salah besar," lanjut Modi dikutip harian Indian Express.

Serangan terhadap paramiliter itu kelompok bersenjata Pakistan Jaish-e-Mohamamad (JeM) yang melakukan serangan bunuh diri ke India sejak dibentuk pada 2000.

India menyalahkan Pakistan atas serangan terhadap konvoi militer dengan menuduh membiarkan JeM beroperasi di wilayahnya, klaim yang dibantah Islamabad.

Menteri Luar Negeri Arun Jaitley mengatakan pemerintah berusha menjajaki langkah diplomatik untuk mengisolasi Pakistan dari komunitas internasional.

Diberitakan BBC, Jaitley berkata India juga berencana menarik status Pakistan sebagai Negara Paling Disukai dari Badan Perdagangan Dunia (WTO).

Namun setelah Modi menyatakan tentang balasan, para analis memprediksi New Delhi bakal melakukan aksi yang lebih besar kepada Pakistan.

Kashmir merupakan kawasan dengan penduduk mayoritas Muslim yang menjadi sumber sengketa dua negara selama bertahun-tahun.

Beberapa jam setelah serangan, Kementerian Luar Negeri India menyerukan agar pemimpin JeM Masood Azhar sebagai teroris oleh PBB.

Baca juga: Dalam Pertempuran Terakhir, ISIS Gunakan Bom Bunuh Diri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.