Sampah Menumpuk, China Tutup "Base Camp" Gunung Everest bagi Turis

Kompas.com - 15/02/2019, 16:35 WIB
Dalam foto yang diambil pada 23 Mei 2010 ini, seorang sherpa asal Nepal sedang membersihkan sampah yang ditinggalkan para pendaki Gunung Everest di ketinggian 8.000 meter di atas permukaan laut. Mulai April mendatang, pemerintah Nepal mengharuskan tiap pendaki membawa turun setidaknya delapan kilogram sampah dari puncak gunung itu. NAMGYAL SHERPA / AFPDalam foto yang diambil pada 23 Mei 2010 ini, seorang sherpa asal Nepal sedang membersihkan sampah yang ditinggalkan para pendaki Gunung Everest di ketinggian 8.000 meter di atas permukaan laut. Mulai April mendatang, pemerintah Nepal mengharuskan tiap pendaki membawa turun setidaknya delapan kilogram sampah dari puncak gunung itu.

TIBET, KOMPAS.com - Otoritas China akan menutup base camp bagi para pendaki Gunung Everest di Tibet sampai pemberitahuan selanjutnya.

Penutupan tersebut terkait dengan upaya pembersihan sampah yang telah menumpuk.

Melansir dari South China Morning Post, Kamis (14/2/2019), keputusan itu sebenarnya sudah diumumkan dari bulan lalu. Namun, baru menjadi perhatian publik beberapa hari terakhir.

Baca juga: Gagal Mendaki Everest, Juara Dunia Balap Sepeda Ini Nyaris Bunuh Diri

Pemicunya, sejumlah laporan viral yang mengklaim base camp di area gunung tertinggi di dunia itu ditutup secara permanen.

Namun otoritas China menyatakan, turis biasa masih diperbolehkan mengunjungi area di sekitar Rangpo, pada ketinggian 5.000 meter di atas permukaan laut.

Sementara, mereka yang memiliki izin pendakian masih bisa mengunjungi base camp, yang berada di ketinggian 5.200 meter atau lebih di atas permukaan laut.

Pembatasan jumlah pendaki juga berkaitan dengan aturan ketat untuk melindungi lingkungan hidup.

"Area kunci akan ditutup bagi turis dalam waktu yang belum ditentukan, karena alasan konservasi ekologis," kata Tang Wu dari komisi wisata di Tingri.

China menunjuk wilayah dengan ketinggian lebih dari 5.200 meter di atas permukaan laut itu sebagai area kunci.

Seruan untuk melindungi Gunung Everest lebih lanjut muncul usai laporan tentang adanya sampah seberat 8,4 ton, yang dikumpulkan petugas dari area tersebut pada tahun lalu.

Sementara di bawah area kunci, sampahnya mencapai 335 ton. Kini, satuan tugas terdiri dari 200 orang akan dibentuk untuk memungut sampah yang masih tersisa.

Baca juga: Kotoran Manusia yang Menggunung Jadi Masalah di Everest

Sebagai informasi, jumlah orang yang diizinkan untuk mendaki gunung tersebut dari Tibet telah diperkecil menjadi kurang dari 300 oranag pada tahun ini.

Data dari Asosisasi Pendakian Gunung Chia (CMA), lebih dari 20.000 orang ari 40 negara telah mendaki gunung itu dari sisi Tibet selama 8 tahun terakhir.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X