Dituduh Danai Anggota ISIS Asal Malaysia, Pengusaha Singapura Ditahan

Kompas.com - 15/02/2019, 16:33 WIB
Ilustrasi pengusaha ditahan. SHUTTERSTOCKIlustrasi pengusaha ditahan.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Seorang pria pengusaha asal Singapura ditahan otoritas Malaysia setelah dituduh memiliki hubungan dengan anggota ISIS asal Negeri Jiran itu.

Penangkapan tersebut kembali menyoroti pengaruh yang berkelanjutan dari kelompok militan Asia Tenggara yang bertempur dengan ISIS di Irak dan Suriah dalam meradikaliasi orang-orang dari kampung halamannya, meski organisasi teroris itu telah menghadapi kekalahan di Timur Tengah.

Penguasa Singapura, Mohamed Kazali bin Salleh (48) diduga memiliki hubungan dekat dengan Mohamad Aquil bin Wan Zainal Abidin, yang diyakini sebagai anggota ISIS asal Malaysia yang paling senior di Suriah.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Singapura, Kazali yang tinggal di negara bagian Johor, diduga telah membiayai perjalanan Aquil ke Suriah pada akhir 2013 untuk bergabung dengan ISIS.

Baca juga: Terkena Peluru Tank, Anggota ISIS Asal Indonesia Tewas di Suriah

Setelahnya, Kazali diyakini masih terus memberi bantuan finansial pada Aquil. Sebaliknya, Aquil secara rutin menyampaikan perkembangan informasi tentang aktivitasnya di medan perang.

Menurut kementerian, Kazali telah semakin teradikalisasi dari waktu ke waktu dan telah berjanji setia kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi.

Kazali kemudian menyiarkan kabar aktivitas Aquil selama di Suriah melalui media sosial dengan tujuan untuk menginspirasi orang lain hingga ingin mau bergabung dengan ISIS, bahkan siap membiayainya.

"Pada Desember lalu, Kazali telah menerima instruksi dari Aquil untuk melancarkan serangan di Johor, tetapi tidak dilaksanakan karena dia takut akan ditangkap," tulis pernyataan kementerian, dilansir AFP, Jumat (15/2/2019).

Kazali telah ditangkap otoritas Malaysia pada bulan Desember dan dideportasi ke Singapura. Dia ditahan di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri, yang memungkinkan dilakukan penahanan tanpa pengadilan selama maksimal dua tahun.

Selain Kazali, aparat berwenang dilaporkan juga menahan satu orang lainnya di bawah undang-undang yang sama.

Hazim Syahmi bin Mahfoot, yang berusia 28 tahun, seorang eksportir mobil, diduga telah terpengaruh oleh pandangan radikal Kazali dan telah diyakinkan untuk melakukan serangan terhadap sasaran yang dianggap musuh Islam.

"Dia telah bersumpah setia dan taat kepada Kazali, bahkan jika itu melibatkan melakukan serangan dan membunuh orang lain, meski dia tidak terlibat dalam tindakan kekerasan apa pun," kata pihak berwenang.

Baca juga: Dalam Pertempuran Terakhir, ISIS Gunakan Bom Bunuh Diri

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X