Kompas.com - 15/02/2019, 15:55 WIB

HAITI, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez menuduh Amerika Serikat (AS) tengah mengirimkan pasukan khusus untuk persiapan menyerang Venezuela.

Dalam kicauannya di Twitter pada Rabu malam waktu setempat (13/2/2019), Rodriguez menyebut AS mengirim pasukan khusus tanpa memberi tahu pemerintah negara Karibia.

Baca juga: 25 Negara Janjikan Beri Bantuan untuk Venezuela

Diwartakan Newsweek Kamis (14/2/2019), AS disebut mengirim tentara ke Puerto Rico, Republik Dominika, maupun negara Karibia tanpa izin pemerintahnya.

"Mereka (AS) melakukan persiapan agresi militer melawan Venezuela dengan dalih bantuan kemanusiaan," terang Rodriguez.

Presiden Donald Trump mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara pada Januari lalu.

Dalam upaya untuk mendongkel Presiden Nicolas Maduro, Guaido juga mendapatkan dukungan dari Uni Eropa maupun negara Amerika Latin lainnya.

Sementara posisi Maduro didukung oleh China, Rusia, Iran, dan Turki yang menyebut pemerintahan Guaido sebagai "kudeta".

Trump menuturkan pemerintahannya bersikeras menyatakan segala pilihan sudah "tersedia di meja" untuk menjungkalkan Maduro.

Awak media sempat menanyakan apakah dia bakal memerintahkan pengerahan militer ke Kolombia untuk menekan Maduro. "Kalian akan lihat," jawabnya.

Trump telah menunjuk Elliott Abrams sebagai Utusan Khusus AS untuk Venezuela, dan memunculkan pertanyaan dari aktivis maupun sesama politisi.

Sebabnya, Abrams punya rekam jejak menyesatkan Kongres dan mendukung rezim serta milisi brutal yang ada di Amerika Latin.

Di bawah kepemimpinan Maduro, Venezuela merasakan krisis ekonomi terparah dalam sejarah modern dengan inflasi mencapai 1 juta persen.

Meski banyak analis menyoroti kesalahan manajemen dan dan korupsi, Maduro maupun pakar lain menyalahkan sanksi internasional.

Baca juga: Ditanya Apa Bakal Kirim 5.000 Tentara ke Venezuela, Ini Jawaban Trump

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Newsweek
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.