Kuba Tuduh AS Kirim Pasukan Khusus untuk Persiapan Serang Venezuela

Kompas.com - 15/02/2019, 15:55 WIB
Polisi antihuru-hara berlindung dari lemparan batu dari demonstran dalam aksi unjuk rasa anti-pemerintah di Caracas, pada Senin (21/1/2019).AFP / FEDERICO PARRA Polisi antihuru-hara berlindung dari lemparan batu dari demonstran dalam aksi unjuk rasa anti-pemerintah di Caracas, pada Senin (21/1/2019).

HAITI, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez menuduh Amerika Serikat ( AS) tengah mengirimkan pasukan khusus untuk persiapan menyerang Venezuela.

Dalam kicauannya di Twitter pada Rabu malam waktu setempat (13/2/2019), Rodriguez menyebut AS mengirim pasukan khusus tanpa memberi tahu pemerintah negara Karibia.

Baca juga: 25 Negara Janjikan Beri Bantuan untuk Venezuela

Diwartakan Newsweek Kamis (14/2/2019), AS disebut mengirim tentara ke Puerto Rico, Republik Dominika, maupun negara Karibia tanpa izin pemerintahnya.

"Mereka (AS) melakukan persiapan agresi militer melawan Venezuela dengan dalih bantuan kemanusiaan," terang Rodriguez.

Presiden Donald Trump mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara pada Januari lalu.

Dalam upaya untuk mendongkel Presiden Nicolas Maduro, Guaido juga mendapatkan dukungan dari Uni Eropa maupun negara Amerika Latin lainnya.

Sementara posisi Maduro didukung oleh China, Rusia, Iran, dan Turki yang menyebut pemerintahan Guaido sebagai "kudeta".

Trump menuturkan pemerintahannya bersikeras menyatakan segala pilihan sudah "tersedia di meja" untuk menjungkalkan Maduro.

Awak media sempat menanyakan apakah dia bakal memerintahkan pengerahan militer ke Kolombia untuk menekan Maduro. "Kalian akan lihat," jawabnya.

Trump telah menunjuk Elliott Abrams sebagai Utusan Khusus AS untuk Venezuela, dan memunculkan pertanyaan dari aktivis maupun sesama politisi.

Sebabnya, Abrams punya rekam jejak menyesatkan Kongres dan mendukung rezim serta milisi brutal yang ada di Amerika Latin.

Di bawah kepemimpinan Maduro, Venezuela merasakan krisis ekonomi terparah dalam sejarah modern dengan inflasi mencapai 1 juta persen.

Meski banyak analis menyoroti kesalahan manajemen dan dan korupsi, Maduro maupun pakar lain menyalahkan sanksi internasional.

Baca juga: Ditanya Apa Bakal Kirim 5.000 Tentara ke Venezuela, Ini Jawaban Trump



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X