"Jika Shamima Menyesal Gabung dengan ISIS, Mungkin Kondisinya Bakal Berbeda"

Kompas.com - 15/02/2019, 08:40 WIB
Keluarga Shamima Begum, Amira Abase dan Kadiza Sultana menyerukan agar mereka pulang ke rumah. bbcKeluarga Shamima Begum, Amira Abase dan Kadiza Sultana menyerukan agar mereka pulang ke rumah.

Siswa 18 tahun bernama Shakil kepada The Guardian memandang seharusnya Shamima dilindungi oleh polisi dan diberikan rasa aman tinggal di lingkungannya.

Sementara ibu rumah tangga Amina Mohamed yang sudah hidup selama 16 tahun di kota kawasan London Utara itu mengaku terkejut ketika mendengar Shamima pergi ke Suriah.

"Saya sangat khawatir tentangnya. Dia masih bocah. Dia adalah korban dari orang-orang yang memengaruhinya," ujar perempuan 52 tahun tersebut.

Baca juga: Berhasil Kabur, Dua Perempuan Perancis Cerita Kondisi di Wilayah Kantong Terakhir ISIS

Dia mendesak pemerintahan Perdana Menteri Theresa May melakukan segala upaya untuk mengembalikan Shamima ke Bethnal Green.

Menurutnya ketika bergabung dengan ISIS, usianya masih 15 tahun. "Itu bukan salahnya. Tidak ada yang bisa membuat keputusan ketika seseorang berusia 15," terangnya.

Pendapat sama juga disuarakan warga lain bernama Salaga. London harusnya tidak melupakan fakta dia masih berusia 15 tahun ketika berangkat ke Suriah.

"Jika dia sudah berumur 18 tahun, saya tak bakal berkata begini. Namun faktanya, dia meninggalkan Suriah saat masih berada di bawah umur," tutur Sala.

Sementara Stuart mengaku setuju dengan sikap Wallace yang tak ingin membahayakan pasukan Inggris hanya untuk menjemput Shamima.

"Namun saya kira dia harus diizinkan pulang. Dia harusnya ditanyai, bukan diinterogasi, dan solusi perlu dipikirkan untuk mencegah insiden lain di masa depan," paparnya.

Sebelumnya dalam wawancara dengan Loyd, Shamima mengaku ingin kembali pulang setelah empat tahun bergabung dengan ISIS.

Dia menuturkan menyeberang ke Suriah dari Turki pada 2015 bersama Amira Abase dan satu temannya lagi, Kadiza Sultana.

Di Raqqa, dia menikah dengan seorang anggota ISIS asal Belanda bernama Yago Riedijk, dan menjalani kehidupan yang "normal".

"Sejak saat itu hingga sekarang terdengar suara bom. Namun, bagi kami itu adalah hal biasa," ujar Shamima yang tinggal di kamp pengungsi al-Hawl.

Dia mengaku tidak pernah menyaksikan eksekusi secara langsung. Namun pernah melihat ada kepala yang dibuang di tong sampah.

Baca juga: Terkena Peluru Tank, Anggota ISIS Asal Indonesia Tewas di Suriah

Dia menuturkan keputusannya untuk pulang ke ISIS dikarenakan dia tidak ingin bayi yang dikandungnya meninggal dalam kamp pengungsi.

Shamima mengungkapkan, dia sudah melahirkan dua anak. Namun, mereka meninggal ketika usianya baru menginjak delapan dan 21 bulan.

Kehilangan dua anak membuatnya sangat terguncang. "Saya sangat terkejut dan pada akhirnya saya tidak bisa menerimanya," ujarnya.

Dia juga kehilangan sahabatnya Kadiza yang diyakini terbunuh di Raqqa dalam serangan udara Rusia pada Mei 2016 meski hingga saat ini laporan tersebut belum terkonfirmasi.

Terkait dengan ISIS, Shamima menegaskan dia tidak menyesal meninggalkan Inggris dan bergabung dengan kelompok itu pada 2015.

"Namun, saya tidak berharap tinggi. Jumlah mereka saat ini semakin mengecil. Selain itu, korupsi dan penindasan membuat mereka tak layak menang," lanjutnya.

Baca juga: Dalam Pertempuran Terakhir, ISIS Gunakan Bom Bunuh Diri

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X