"Jika Shamima Menyesal Gabung dengan ISIS, Mungkin Kondisinya Bakal Berbeda"

Kompas.com - 15/02/2019, 08:40 WIB
Shamima Begum ketika berusia 15 tahun sebelum meninggalkan Inggris dan bergabung dengan ISIS pada 2015. PA via BBCShamima Begum ketika berusia 15 tahun sebelum meninggalkan Inggris dan bergabung dengan ISIS pada 2015.

LONDON, KOMPAS.com - Kisah Shamima Begum, remaja yang ingin pulang ke Inggris setelah empat tahun bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) menuai reaksi beragam.

Dal Babu misalnya. Mantan Kepala Pengawas Kepolisian Metropolitan berkata, Shamima merupakan korban dari upaya cuci otak.

"Harus diingat bahwa Nona Begum sudah mendapat pengaruh sejak kecil untuk menjadi perempuan radikal," ulasnya dilansir BBC Kamis (14/2/2019).

Baca juga: Kabur dari Inggris demi Gabung dengan ISIS, Shamima Kini Ingin Pulang

Lord Carlile, mantan peninjau legslasi terorisme mengungkapkan, Shamima harus diterima kembali di Inggris jika dia tak menjadi warga negara manapun.

Sebab berdasarkan hukum internasional, Carlile menjelaskan sangat sulit jika seseorang harus dibiarkan tanpa kewarganegaraan.

Sir Peter Fahy, eks kepala polisi yang memimpin pencegahan terorisme saat Shamima kabur pada 2015 berkata, dia maklum jika London tak tertarik memulangkan gadis itu.

Fahy merujuk kepada pernyataan Shamima ketika diwawancarai jurnalis The Times Anthony Loyd bahwa dia tidak menyesal bergabung dengan ISIS.

"Saya bukan lagi gadis konyol 15 tahun yang kabur empat tahun silam. Saya tidak menyesal datang kemari (ISIS)," ungkap Shamima.

Reaksi tersebut mendapat tanggapan dari Menteri Keamanan Ben Wallace yang menyatakan pemerintah tidak akan mengambil risiko untuk berusaha memulangkan Shamima.

"Jika saja Shamima menyatakan penyesalan bergabung dengan ISIS, mungkin situasinya bakal berbeda," ujar Fahy kepada Radio BBC 4's Today.

Sebab untuk memulangkan Shamima, dibutuhkan biaya yang cukup besar serta memberi tantangan bagi polisi yang bertugas mengawalnya.

Para polisi lokal tentu tidak ingin proses pemulangan Shamima bakal menjadi magnet bagi anggota ISIS maupun kelompok ekstremis lainnya.

Sementara di Bethnal Green, kota tempat Shamima tinggal, terdapat reaksi yang menyatakan remaja 19 tahun itu seharusnya diperbolehkan pulang.

Baca juga: Inggris Tak Bakal Ambil Risiko Pulangkan Shamima yang Gabung dengan ISIS

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X