Meski El Chapo Dihukum, Kartel Narkoba Sinaloa Diyakini Tetap Berjaya

Kompas.com - 14/02/2019, 20:07 WIB
Dalam foto yang diambil pada 8 Januari 2016 ini terlihat gembong narkoba Joaquin El Chapo Guzman digiring menuju sebuah helikopter di sebuah bandara di Mexico City setelah militer menangkapnya di Los Mochis, negara bagian Sinaloa setelah sempat kabur dari penjara. AFP/ALFREDO ESTRELLADalam foto yang diambil pada 8 Januari 2016 ini terlihat gembong narkoba Joaquin El Chapo Guzman digiring menuju sebuah helikopter di sebuah bandara di Mexico City setelah militer menangkapnya di Los Mochis, negara bagian Sinaloa setelah sempat kabur dari penjara.

NEW YORK, KOMPAS.com - Gembong narkoba Joaquin " El Chapo" Guzman diputus bersalah atas kejahatannya oleh pengadilan di New York, Amerika Serikat.

Selain menyelundupkan kokain dan heroin ke AS, dia juga terbukti bersalah atas pencucian uang dan kepemilikan senjata.

Pria berusia 61 tahun itu terancam tinggal selamanya di penjara. Meski dibui, kartel Sinaloa yang dipimpin dulunya diyakini masih tetap kuat di Meksiko.

Baca juga: Melongok Penjara ADX Florence, Tempat El Chapo Menjalani Hukuman


Diwartakan NBC News, Rabu (13/2/2019), mantan kepala operasi internasional pada Drug Enforcement Administration, Mike Vigil, mengatakan El Chapo dinyatakan bersalah menjadi sebuah kemenangan moral.

Di sisi lain, keputusan pengadilan tersebut tidak akan berdampak pada kartel Sinaloa.

"Chapo Guzman dinyatakan bersalah menjadi kemenangan moral yang besar karena membuat dia tunduk pada aturan hukum," katanya.

"Tapi itu tidak berdampak apa-apa pada kartel Sinaloa karena tetap menjadi kartel paling kuat di Meksiko," imbuhnya.

Selain penyelundupan obat-obatan terlarang, Sinaloa masih berjaya dengan melakukan kejahatan lain seperti pemerasan, penculikan dan pencurian minyak bumi dari jaringan pipa Meksiko.

Profesor di George Mason University, Guadalupe Correa-Cabrera, menilai kebijakan Meksiko untuk mengejar para gembong terkenal hanya meningkatkan kekerasan yang menyebabkan kartel terpecah, kemudian memperebutkan wilayah kekuasaan.

"Kita punya banyak gembong yang mati atau ditangkap, dan diekstradisi ke AS, dan apa dampaknya? Tidak ada," ucapnya.

"Ini tidak relevan karena kami melihat berulang kali," ujarnya.

Baca juga: El Chapo Bakal Ditempatkan di Penjara Berjuluk Alcatraz di Pegunungan Rocky

Sejak Guzman ditangkap dan dibawa ke AS, kartel Sinaloa dipimpin oleh Ismael "El Mayo" Zambada, seorang gembong narkoba yang memiliki hubungan lama dengan Guzman.

Sementara itu, saingan utama Sinaloa, kartel Jalico New Generation, makin bertumbuh sejak Guzman ditahan.

Namun kartel tersebut masih menhadapi persaingan kekuasaan internal dan ditindak keras oleh penegak hukum.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber NBC News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Internasional
Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Internasional
Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Internasional
Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump 'Muka Dua'

[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump "Muka Dua"

Internasional
Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X