Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/02/2019, 20:03 WIB

DHAKA, KOMPAS.com - Kepolisian Bangladesh telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sebanyak 43 pengungsi Rohingya ke Malaysia melalui jalur laut.

Para pengungsi Rohingya yang akan diselundupkan, sebagian besar perempuan, mengaku jika diri mereka telah diculik oleh para penyelundup.

Polisi, yang bertindak berdasarkan informasi yang mereka terima, mendapati para pengungsi tersebut di dua lokasi terpisah di distrik perbatasan tenggara, Cox's Bazar.

Polisi menyebut dalam waktu kurang dari sepekan, mereka telah menggagalkan upaya penyelundupan sebanyak total lebih dari 100 pengungsi Rohingya.

Baca juga: Angelina Jolie Sebut Krisis Rohingya sebagai Kegagalan Dunia

Batalion Reaksi Cepat (RAB), unit kepolisian elit, mengatakan mereka telah menyelamatkan 12 perempuan, sebagian besar berusia 20-an tahun, dari sebuah kamar di Cox's Bazar, pada Kamis (14/2/2019) pagi dan menahan dua terduga penyelundup yang disebut telah menculik para perempuan tersebut.

"Para perempuan muda dari kamp pengungsi telah dibujuk oleh para penyelundup. Mereka dijanjikan akan dikirim ke Malaysia."

"Mereka kemudian dibawa ke Cox's Bazar dan disembunyikan di dalam sebuah rumah," kata juru bicara RAB, Mashkur Rahman, kepada AFP.

Ditambahkan Rahman, kasus 12 perempuan itu kemudian dianggap sebagai penculikan setelah para korban mengklaim telah dikurung tanpa persetujuan.

Dikhawatirkan, para pengungsi itu akan dieksploitasi organisasi penyelundup manusia internasional yang sebelumnya telah mengirim ribuan Rohingya ke Malaysia.

Hingga Bangladesh pada 2015 melancarkan tindakan keras menyusul penemuan kuburan massal pengungsi di Thailand.

Sebelumnya pada Rabu (13/2/2019) malam, kepolisian Cox's Bazar kembali menyelamatkan 31 pengungsi Rohingya di pulau selatan Maheshkhali, sekitar 110 kilometer dari kamp pengungsi Kutupalong.

Kepala polisi Provash Chandra mengatakan, para pengungsi Rohingya yang diselamatkan terdiri dari 14 perempuan, 11 laki-laki, dan enam anak-anak.

Mereka ditemukan saat bersembunyi di dalam hutan sambil menunggu kapal yang akan membawa mereka ke Malaysia.

"Para pengungsi Rohingya ini mengaku membayar sebesar 20.000 taka (sekitar Rp 3 juta) masing-masing untuk perjalanan itu," kata Chandra.

Ditambahkannya, seorang perempuan yang diduga penyelundup telah ditahan.

Baca juga: Tiba di Bangladesh, Angelina Jolie Kunjungi Pengungsi Rohingya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.