Qatar Tegaskan Rencana Beli S-400 dari Rusia

Kompas.com - 14/02/2019, 16:52 WIB
Sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia. ShutterstockSistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia.

DOHA, KOMPAS.com - Qatar mengkonfirmasi sedang dalam perundingan untuk pembelian S-400. Hal tersebut menegaskan kembali rencana Doha untuk memiliki sistem pertahanan udara buatan Rusia itu meski ada ancaman dari Arab Saudi.

Disampaikan Duta Besar Qatar untuk Rusia, Fahad bin Mohamed al-Attiyah, Saudi tidak memiliki hak untuk mengatur bahkan melarang negaranya dalam menentukan apa yang boleh dan tidak dibeli.

"Kami tidak mengatakan kepada Arab Saudi apa yang seharus mereka beli, dan kami tidak akan membiarkan mereka mengganggu hubungan kami dengan Rusia," kata Al-Attiyah kepada Reuters.

Ditambahkan duta besar,  hingga kini belum ada kontrak apa pun yang ditandatangani terkait rencana pembelian tersebut karena adanya sanksi terhadap ekspor militer Rusia.

Hal itu, dikatakan Al-Attiyah menjadi salah satu kekhawatiran besar untuk Qatar.

Baca juga: Saudi Ancam Kerahkan Militer jika Qatar Beli Sistem Rudal S-400

Sebelumnya, Arab Saudi telah memperingatkan bahwa mereka akan siap untuk mengambil tindakan militer jika Qatar memasang sistem rudal S-400 Rusia yang canggih.

Selain Qatar, Arab Saudi dan Turki juga berharap untuk membeli sistem pertahanan S-400 dari Rusia.

"Arab Saudi terlibat dalam berbagai tingkat kemunafikan dalam upaya mereka untuk membeli sistem rudal pertahanan udara jarak jauh buatan Rusia yang sangat canggih, S-400," kata seorang analis Timur Tengah, Paul Iddon dikutip The New Arab.

Sejak Juni 2017, Qatar telah dikucilkan dari komunitas negara Timur Tengah, dengan Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, serta Mesir, menuduh Doha telah mendukung kelompok ekstremis dan dekat dengan Iran, yang merupakan rival utama Riyadh.

Sejak saat itu, Saudi dan sekutu Timur Tengah-nya telah memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar, serta mengajukan daftar 13 tuntutan yang wajib dipenuhi Doha untuk pencabutan blokade.

Qatar telah dengan tegas membantah tuduhan yang ditujukan kepada mereka dan sebaliknya, menuding Saudi dan sekutunya bertujuan untuk mengganti rezim serta membajak kebijakan luar negeri negaranya yang independen.

Doha telah berulang kali menyerukan agar dilakukan dialog yang setara untuk menyelesaikan krisis, tetapi upaya mediasi yang dipimpin AS dan Kuwait telah gagal dengan blok anti-Qatar tetap berpegang teguh pada tuntutannya.

Baca juga: S-400, Sistem Rudal Rusia yang Bikin Gaduh Dunia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X