Anwar Ibrahim Berharap Geser Mahathir Jadi PM Malaysia dalam 2 Tahun - Kompas.com

Anwar Ibrahim Berharap Geser Mahathir Jadi PM Malaysia dalam 2 Tahun

Kompas.com - 14/02/2019, 15:31 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kanan) bersama tokoh politik Anwar Ibrahim (tengah) dan Menteri Dalam Negeri Muhyiddin Yassin pada 1 Juni 2018.AFP/MOHD RASFAN Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kanan) bersama tokoh politik Anwar Ibrahim (tengah) dan Menteri Dalam Negeri Muhyiddin Yassin pada 1 Juni 2018.

NEW YORK, KOMPAS.com - Tokoh politik Malaysia Anwar Ibrahim berharap Perdana Menteri Mahathir Mohamad memenuhi janjinya.

Dalam wawancaranya dengan Bloomberg di New York, Anwar berharap bisa bisa menggantikan Mahathir sebagai orang nomor satu Malaysia dalam dua tahun.

Baca juga: Sedang Liburan, Anwar Ibrahim Diundang Bertemu Duterte

"Tentu tidak lima tahun karena beliau menegaskan tidak akan menjabat lebih dari dua tahun," kata Anwar dikutip The Star Kamis (14/2/2019).

"Namun sangat penting untuk membiarkan beliau memerintah secara efektif karena saat ini, kami berada di tengah masa sulit," kata Anwar.

Dalam pemilihan umum Mei 2018, Mahathir telah berjanji bakal memberi dukungan bagi Anwar segera setelah dia mendapat ampunan Raja Malaysia.

Dia juga berjanji bakal menyerahkan jabatan perdana menteri kepada Anwar. Janji yang semula satu tahun diperpanjang menjadi dua tahun.

Adapun Anwar menuturkan dia telah merencanakan bepergian ke luar negeri dan berkumpul dengan keluarga segera setelah bebas dari penjara.

Kedua figur tersebut menunjukkan persatuan dengan Mahathir diberi kebebasan memberantas korupsi dan skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) sebelum Anwar naik.

Sikap Anwar dan Mahathir itu seolah menghapus permusuhan berusia puluhan tahun di antara keduanya sejak Anwar dipecat sebagai Wakil PM pada 1998.

Presiden Partai Keadilan Rakyat itu kemudian dipenjara atas tuduhan sodomi dan penyalahgunaan kekuasaan yang dia bantah.

Bloomberg melaporkan, politisi 71 tahun itu menunjukkan ketidaksabaran dengan kembali ke parlemen lima bulan setelah bebas.

Dia kemudian mendapat kursi di jajaran dewan presidensil koalisi Pakatan Harapan, namun tidak menerima posisi di kabinet.

Baca juga: Ditanya Beda Gaya Memimpin dengan Mahathir, Ini Candaan Anwar Ibrahim



Close Ads X