Komisi Eropa Ingin Masukkan Arab Saudi sebagai Negara Pencuci Uang

Kompas.com - 13/02/2019, 20:53 WIB
Gedung Komisi Eropa di Brussels, Belgia. ShutterstockGedung Komisi Eropa di Brussels, Belgia.
|

BRUSSELS, KOMPAS.com - Komisi Eropa, Rabu (13/2/2019), mengusulkan tujuh negara termasuk Arab Saudi dimasukkan ke dalam daftar hitam pencucian uang.

Ketujuh negara ini, menurut Komisi Eropa, adalah negara dengan pemerintahan yang nyaris tak melakukan apapun untuk memberantas pembiayaan kelompok teroris dan kejahatan terorganisasi.

Langkah ini diambil di tengah memanasnya hubungan antara Riyadh dan Brussels terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tahun lalu di Istanbul.

Baca juga: Terlibat Pencucian Uang, Putri Mantan Presiden Peru Ditangkap

Usulan itu kini harus disetujui parlemen Eropa dan 28 negara anggota, dengan Perancis dan Inggris menolak daftar baru itu.

Negara baru yang masuk daftar itu, termasuk Arab Saudi dan Panama, akan bergabung dengan 16 negara lain yang sudah terlebih dulu masuk seperti Iran, Irak, Pakistan, Etiopia, dan Korea Utara.

Meski masuk dalam daftar tidak akan memicu sanksi bagi negara- negara itu.
Namun, daftar ini membuat bank-bank Eropa memberlakukan pengawasan lebih ketat dalam transaksi dengan pelanggan dan institusi dari negara-negara tersebut.

"Kami selalu menggunakan standar tinggi di dunia dalam memerangi pencucian uang," kata ketua bidang Hukum Komisi Eropa, Vera Jourova.

"Namun, kami harus memastikan bahwa uang ilegal dari negara lain tidak akan berakhir di sistem finansial kami," tambah Jourova dalam jumpa pers di Parlemen Eropa, Strasbourg, Perancis.

"Uang ilegal ini adalah motor penggerak di balik kejahatan terorganisasi dan terrorisme," Jourove melanjutkan.

Anggota parlemen Eropa yang juga mantan hakim, Eva Joly menyambut baik usulan daftar baru ini.

Baca juga: Istri Najib Ditahan KPK Malaysia, Bakal Didakwa Pasal Pencucian Uang

Namun, dia menyarankan, agar Komisi Eropa mempublikasikan proses asesment untuk meningkatkan transparansi dan menghindari tuduhan adanya motif politik di balik penyusunan daftar ini.

"Negara-negara Eropa seperti Siprus dan Inggris seharusnya juga masuk dalam daftar ini," ujar Joly.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X