India Beli 72.400 Senapan Serbu dari AS Senilai Rp 1,3 Triliun

Kompas.com - 13/02/2019, 19:19 WIB
Deretan senapan serbu INSAS yang saat ini masih menjadi standar angkatan bersenjata India. AFP / MONEY SHARMADeretan senapan serbu INSAS yang saat ini masih menjadi standar angkatan bersenjata India.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Otoritas India telah menandatangani kontrak pembelian senjata dari perusahaan Amerika Serikat senilai 7 miliar rupee (sekitar Rp 1,3 triliun).

Kontrak tersebut untuk pembelian sebanyak 72.400 unit senapan serbu yang akan digunakan oleh Angkatan Bersenjata India.

Dilansir Hindustan Times, Kementerian Pertahanan India telah menandatangani kontrak dengan perusahaan AS Sig Sauer Assault Rifles di bawah pengadaan jalur cepat (FTP).

Dalam perjanjian disebutkan, India akan mendapatkan sekitar 72.400 senapan serbu 7,62 milimeter dari Sig Sauer, dalam jangka waktu satu tahun dimulai dari saat penandatanganan dilakukan.

Senapan serbu tersebut telah digunakan oleh pasukan AS dan juga militer di sejumlah negara Eropa lainnya.

Baca juga: Jet Tempur Mirage 2000 Milik India Jatuh, Dua Pilot Tewas

" Pembelian senapan serbu baru ini akan menelan biaya sekitar 7 miliar rupee," kata pejabat kementerian pertahanan India, Selasa (12/2/2019).

Angkatan Bersenjata India saat ini masih menggunakan senapan serbu jenis INSAS 5,56 x 45 milimeter.

"Ada kebutuhan mendesak untuk mengganti senapan INSAS 5,56 milimeter yang saat ini digunakan dengan senapan serbu 7,62 milimeter yang lebih kompak, kuat, modern, dan mudah dirawat dalam kondisi lapangan," ujar pejabat tersebut.

Pengadaan senapan serbu Sig Sauer telah disetujui Menteri Pertahanan Nirmala Sitharaman pada awal bulan ini. Senjata tersebut rencananya akan digunakan oleh pasukan bersenjata India yang berjaga di garis perbatasan 3.600 kilometer dengan China.

Sebelumnya, pada Oktober 2017, Angkatan Darat India telah memulai proses pengadaan untuk 700.000 senapan serbu, 44.000 senapan mesin ringan (LMG), dan hampir 44.600 senapan otomatis.

Angkatan bersenjata India telah mulai mencari penyedia persenjataan dari pasar global setelah perusahaan senjata milik pemerintah, Ishapore, gagal dalam uji coba meriam pada 2017 lalu.

Baca juga: India Luncurkan Satelit Teringan di Dunia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X