Warga Uighur Minta Bukti Hidup Keluarga Mereka yang Ditahan Pemerintah China

Kompas.com - 13/02/2019, 17:27 WIB
Warga Suku Uighur berkumpul usai menjalankan shalat di Masjid Id Kah di Kashgar, Xinjiang, China bagian barat, 19 April 2015. Pihak berwenang China telah membatasi ekspresi agama di Xinjiang, yang telah memicu perlawanan.AFP PHOTO / GREG BAKER Warga Suku Uighur berkumpul usai menjalankan shalat di Masjid Id Kah di Kashgar, Xinjiang, China bagian barat, 19 April 2015. Pihak berwenang China telah membatasi ekspresi agama di Xinjiang, yang telah memicu perlawanan.

BEIJING, KOMPAS.com - Warga etnis Uighur telah meluncurkan kampanye global mendesak pemerintah China untuk membuktikan dengan video bahwa kerabat mereka yang ditahan masih hidup.

Desakan itu muncul setelah Beijing menggunakan video untuk melawan klaim Turki yang menuduh bahwa seorang musisi Uighur yang terkenal telah meninggal di dalam tahanan.

Kampanye media sosial yang diluncurkan pada Selasa (12/2/2019) menggunakan tagar #MeTooUyghur muncul setelah China merilis video tentang seorang pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai musisi, Abdurehim Heyit, menunjukkan bahwa dia masih hidup dan sehat.

Baca juga: Usai Dikritik soal Muslim Uighur, China Minta Warganya di Turki Waspada


Video tersebut dipublikasikan setelah Turki mengklaim bahwa warga etnis Uighur, termasuk Heyit, yang ditahan di kamp-kamp konsentrasi oleh pemerintah China di daerah Xinjiang, telah tewas.

"Otoritas China menunjukkan video sebagai bukti bahwa Tuan Heyit masih hidup. Sekarang kami ingin tahu di mana jutaan Uighur lainnya?" kata Halmurat Harri, seorang aktivis di Finlandia, yang pertama memunculkan tagar.

Tagar tersebut telah memicu posting di seluruh dunia dengan warga Uighur memegang foto kerabat mereka, mulai dari ibu, ayah, anak, maupun teman, yang hilang.

Panel ahli PBB mengatakan, hampir satu juta warga etnis Uighur dan minoritas berbahasa Turki lainnya telah ditahan di kamp penahanan di Xinjiang, di mana lebih dari 10 juta warga Uighur tinggal di China.

Beijing awalnya membantah tuduhan tersebut, namun kemudian mengatakan bahwa orang-orang tersebut ditempatkan di pusat pendidikan vokasional.

Banyak warga etnis Uighur di luar negeri yang mengklaim tidak dapat menghubungi kerabat dan teman mereka di China selama bertahun-tahun.

Salah seorang aktivis Uighur di AS, Rushan Abbas, menuntut pihak berwenang Beijing untuk merilis video adik perempuannya, yang seorang dokter, yang disebut dikirim ke kamp pendidikan.

Warga Uighur lainnya, Arslan Hidayat, mengunggah video di Facebook dan mengatakan ayah mertua, komedian terkenal Adil Mijit telah hilang dan menuntut bukti video kehidupan Mijit dan lainnya yang dikurung dalam kamp konsentrasi.

Pemerintah daerah Xinjiang, yang menurut media pemerintah telah merilis video asli Heyit, tidak menanggapi permintaan komentar atas kampanye media sosial.

Baca juga: China Rilis Video Musisi Muslim Uighur yang Dikabarkan Tewas

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kementerian Kesehatan India Usul Larang Rokok Elektrik, Hukuman Penjara bagi Pelanggar

Kementerian Kesehatan India Usul Larang Rokok Elektrik, Hukuman Penjara bagi Pelanggar

Internasional
Perdana Menteri Inggris Taruh Kaki di Meja di Depan Presiden Perancis

Perdana Menteri Inggris Taruh Kaki di Meja di Depan Presiden Perancis

Internasional
Rusia Luncurkan Reaktor Nuklir Terapung Pertama di Dunia ke Kutub Utara

Rusia Luncurkan Reaktor Nuklir Terapung Pertama di Dunia ke Kutub Utara

Internasional
Diduga Kampanyekan Melawan Demo Hong Kong, 210 'Channel' YouTube Dinonaktifkan

Diduga Kampanyekan Melawan Demo Hong Kong, 210 "Channel" YouTube Dinonaktifkan

Internasional
Presiden Perancis: Kebakaran Hutan Amazon adalah Krisis Internasional

Presiden Perancis: Kebakaran Hutan Amazon adalah Krisis Internasional

Internasional
Demo Hong Kong Berlanjut, Mahasiswa Berencana Boikot Perkuliahan selama 2 Pekan

Demo Hong Kong Berlanjut, Mahasiswa Berencana Boikot Perkuliahan selama 2 Pekan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Foto Satelit Kebakaran Hutan Amazon | Pesawat Anjlok 1.000 Kaki

[POPULER INTERNASIONAL] Foto Satelit Kebakaran Hutan Amazon | Pesawat Anjlok 1.000 Kaki

Internasional
Ditagih Rp 287 Juta, Pria Ini Bunuh dan Bakar Jenazah Selingkuhan

Ditagih Rp 287 Juta, Pria Ini Bunuh dan Bakar Jenazah Selingkuhan

Internasional
PM Yunani: Kapal Tanker Iran Tidak Menuju Pelabuhan Kami

PM Yunani: Kapal Tanker Iran Tidak Menuju Pelabuhan Kami

Internasional
AS Benarkan Anak Osama bin Laden Sudah Tewas

AS Benarkan Anak Osama bin Laden Sudah Tewas

Internasional
Perancis Ajukan Proposal untuk Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran

Perancis Ajukan Proposal untuk Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran

Internasional
Seorang Perempuan Taruh Pembalut Bekas di Ceret Hotel Bintang 5 China

Seorang Perempuan Taruh Pembalut Bekas di Ceret Hotel Bintang 5 China

Internasional
Terdakwa Ini Pukul Wajah Pengacaranya di Tengah Sidang

Terdakwa Ini Pukul Wajah Pengacaranya di Tengah Sidang

Internasional
Pesawat Anjlok 1.000 Kaki dalam 10 Detik, Penumpang Beterbangan dalam Kabin

Pesawat Anjlok 1.000 Kaki dalam 10 Detik, Penumpang Beterbangan dalam Kabin

Internasional
Ambil Mobil Orangtua, Bocah 8 Tahun di Jerman Mengebut 140 Km Per Jam

Ambil Mobil Orangtua, Bocah 8 Tahun di Jerman Mengebut 140 Km Per Jam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X