Melihat ke India sebagai Alternatif China

Kompas.com - 13/02/2019, 14:00 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi (kanan) bermain layang-layang saat menghadiri Pameran Layang-Layang Indonesia-India di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (30/5/2018). Pada kunjungan resmi pertama PM India ke Indonesia Presiden Joko Widodo mengajak untuk bermain dan menghadiri pameran layang-layang yang merupakan permainan tradisional populer di Indonesia dan India.  ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi (kanan) bermain layang-layang saat menghadiri Pameran Layang-Layang Indonesia-India di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (30/5/2018). Pada kunjungan resmi pertama PM India ke Indonesia Presiden Joko Widodo mengajak untuk bermain dan menghadiri pameran layang-layang yang merupakan permainan tradisional populer di Indonesia dan India.

Oleh karena impor sumber daya alam India yang besar (termasuk 31,5 juta ton batu bara per tahun), Indonesia sekarang menikmati surplus perdagangan terbesarnya (8 miliar dollar AS) dengan India.

Namun, mengingat kabut asap yang menyelimuti sebagian besar Delhi dan dataran Gangga–perlu dipertanyakan apakah ekspor batu bara termal untuk pembangkit listrik masih dapat dilakukan dalam jangka panjang.

Area lain yang juga memiliki potensi permintaan besar adalah sektor pariwisata. Organisasi Pariwisata Dunia memprediksikan bahwa India akan menghasilkan 50 juta wisatawan asing pada 2020—dengan estimasi pertumbuhan 10-12 persen per tahun.

Terdapat beberapa rute penerbangan baru antara kota-kota di India dengan negara-negara ASEAN. Sesungguhnya, saya berencana untuk berangkat dengan maskapai LCC lokal Indigo dari Varanasi ke Bangkok akhir bulan nanti.

Beberapa minggu sebelumnya, saya juga naik penerbangan Garuda Indonesia non-stop 7,5 jam dari Mumbai ke Denpasar. World Travel and Tourism Council memperkirakan bahwa pengeluaran pariwisata keluar dari India akan mencapai 28,06 miliar dollar AS pada 2028.

India merupakan kompetitor terbesar Filipina dalam sektor Business Process Outsourcing (BPO) yang bernilai lebih dari 23,8 miliar dollar AS per tahun bagi negara kepulauan tersebut.

Akan tetapi, saat kemajuan dalam Artificial Intelligence (AI) mengancam bisnis di Filipina, India yang unggul dalam sektor pembuatan perangkat lunak, IT, dan teknik justru berada di posisi yang lebih menguntungkan – terutama di kota-kota teknologi seperti Bangalore dan Hyderabad.

Meskipun saat ini tingkat perdagangan dan investasi ASEAN-India belum bisa menandingi level China, kekhawatiran yang berasal dari ambisi si “negara tengah” makin mendesak pentingnya negara di Asia Tenggara untuk memperluas pengetahuan tentang anak benua tersebut dan memperdalam hubungan dengan elit-elit politik dan bisnis India.

Intinya, jika kita lelah dengan "Kaisar" Xi Jinping, maka kita perlu membuat alternatif.
Namun, dengan adanya pemilihan umum pada Juni mendatang, Perdana Menteri BJP Narendra Modi—seorang pria dengan ambisi dan energi yang besar—akan menghadapi pertempuran yang berat dan sulit.

Mantan Menteri Kepala negara bagian Gujarat telah berhasil secara mengejutkan dalam menyatukan kubu oposisi melawan kebijakan “Hindutva” yang ekstrimis, konservatif, dan sektarian.

Pada saat yang sama, retakan besar mulai bermunculan dalam pencapaian ekonominya. Mencium kelemahannya, media mulai berani menantang kebijakannya dengan kuat: dari program demonetisasi yang kontroversial hingga penciptaan lapangan kerja, pendapatan pedesaan, degradasi lingkungan, dan dugaan korupsi tingkat tinggi baru-baru ini.

Memang putaran pemilihan majelis legislatif pada November lalu menunjukkan ayunan anti-petahana di beberapa bekas benteng pertahanan BJP—Rajasthan, Chhattisgarh, dan Madhya Pradesh.

Saya harus bertanya—sejauh mana kita di Asia Tenggara menyadari adanya perubahan yang sekarang berlangsung di Delhi dan di seluruh kawasan tersebut?

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X