Parlemen Rusia Dukung Larangan Tentara Gunakan Smartphone saat Bertugas

Kompas.com - 12/02/2019, 23:53 WIB
Tentara Rusia bersiap di Lapangan Merah Moskwa.Mladen Antonov / AFP Tentara Rusia bersiap di Lapangan Merah Moskwa.

MOSKWA, KOMPAS.com - Parlemen Rusia menyatakan mendukung rancangan undang-undang yang akan melarang para tentara aktif menggunakan ponsel pintar mereka selama bertugas.

Langkah pelarangan tersebut menyusul adanya media dan reporter yang menggunakan foto dan video yang diunggah di media sosial oleh anggota pasukan untuk memperoleh informasi seputar keterlibatan militer Rusia di Suriah dan juga Ukraina.

Dilansir AFP, Selasa (12/2/2019), militer Rusia telah sejak lama berupaya membatasi penggunaan media sosial oleh tentaranya demi menghindari terjadinya kebocoran informasi.

Situs berita independen, The Meduza, menuliskan, dengan adanya undang-undang tersebut, maka masyarakat bakal lebih sedikit mengetahui tentang aksi perpeloncoan dan militer di Ukraina.

Baca juga: Kenakan Pakaian Ini Tentara Rusia Aman dari Api dan Ledakan Granat

Komite Pertahanan Majelis Rendah Duma di parlemen, yang menuliskan rancangan undang-undang itu mengatakan, tujuan dari undang-undang tersebut adalah untuk memastikan keamanan nasional dalam hal informasi dan menutup informasi yang tidak digolongkan sebagai rahasia militer.

Apabila disetujui, rancangan undang-undang itu akan melarang anggota pasukan militer Rusia dari membawa perangkat elektronik yang dapat digunakan untuk memposting video dan foto secara daring, atau mengungkap lokasi geografis mereka.

Tentara juga akan dilarang memberikan informasi tentang tindakan komandan militer maupun lokasi markas militer.

Anggota parlemen di Duma akan melakukan voting dalam pembacaan kedua, yang akan dilanjutkan dengan pembacaan akhir, voting senat, dan kemudian penandatanganan oleh Presiden Vladimir Putin.

Rancangan undang-undang tersebut juga memperingatkan bahwa dinas intelijen asing maupun organisasi teroris memiliki ketertarikan terhadap kegiatan pasukan Rusia, khususnya yang bertugas di Suriah, yang telah dimulai sejak 2015 untuk mendukung rezim Presiden Bashar Al-Assad.

Setelah disahkan, anggota militer Rusia yang melanggar bakal dijatuhi hukuman pemberhentian dini.

"Ponsel tanpa karena tidak akan dilarang dan tentara masih diizinkan menggunakan ponsel pintar saat sedang tidak bertugas," kata Wakil Kepala Komite Pertahanan Pertama, Andrei Krasov, kepada TASS.

Baca juga: Putin: Militer Rusia Ada di Suriah Selama Dibutuhkan



Close Ads X