Kompas.com - 12/02/2019, 23:24 WIB
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud. BANDAR AL-JALOUD / Saudi Royal Palace / AFP Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud.

RIYADH, KOMPAS.com - Raja Salman bin Abdulaziz menegaskan bahwa Kerajaan Arab Saudi berkomitmen terhadap kemerdekaan negara Palestina dengan ibu kota  Yerusalem Timur.

Pernyataan tersebut disampaikan Raja Salman dalam pertemuannya dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang berkunjung ke Riyadh, Selasa (12/2/2019).

"Negara Arab Saudi secara permanen berpihak kepada Palestina dan hak rakyatnya untuk negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," tulis kantor berita Saudi Press Agency dalam laporannya.

Menanggapi janji yang disampaikan Raja Salman, Presiden Mahmoud Abbas menyampaikan terima kasihnya atas dukungan yang konsisten daru Saudi terhadap Palestina.

Baca juga: Raja Salman Perintahkan Perombakan Kabinet Arab Saudi

Janji Kerajaan Saudi itu datang menjelang konferensi yang dipimpin AS tentang perdamaian dan keamanan Timur Tengah di Polandia, di mana Washington diharapkan untuk menyampaikan proposalnya tentang perdamaian Israel dengan Palestina.

Agenda konferensi diumumkan bulan lalu oleh Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo tersebut diharapkan bakal dihadiri para menteri luar negeri dari seluruh dunia untuk membahas pengaruh destabilisasi Iran di Timur Tengah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tetapi dengan sebagian besar negara utama Eropa yang menyatakan bakal mengirimkan perwakilan di bawah menteri, AS dan Polandia mengubah agenda pertemuan menjadi tidak fokus pada Iran, melainkan Timur Tengah secara lebih luas.

Sebelumnya, Palestina, melalui Menteri Luar Negeri Riyad Al Maliki, meminta kepada negara-negara Arab untuk memboikot konferensi tersebut dengan menyebutnya sebagai upaya Washington untuk membujuk agar para peserta mendukungnya dalam konflik Israel-Palestina.

"Palestina memandang konferensi Warsawa sebagai rencana menentang perjuangan Palestina," ujar Maliki kepada Voice of Palestine.

Sebagian besar negara Arab telah menahan diri dari menjalin hubungan dengan Israel tanpa kemajuan signifikan menuju perdamaian dengan Palestina.

Baca juga: Raja Salman Menjamu Presiden Baru Irak, Kedua Negara Mulai Akur?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.