Cegah "Shutdown" Terulang, Republik dan Demokrat Ambil Jalan Tengah

Kompas.com - 12/02/2019, 19:12 WIB
Shutdown Pemerintah Amerika Serikat KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoShutdown Pemerintah Amerika Serikat

EL PASO, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuju perbatasan Texas pada Senin (11/2/2019) untuk menegaskan kembali tentang tembok yang diklaimnya akan berhasil.

Di saat yang sama, dua partai di AS mengumumkan jalan tengah yang telah dicapai untuk mencegah terjadinya penutupan pemerintahan federal atau shutdown.

Kesepakatan itu digelar dalam rapat tertutup di Washington DC, usai pembahasan sengit selama berjam-jam.

Baca juga: Trump Tak Ingin Singkirkan Opsi Shutdown ataupun Darurat Nasional


Laporan BBC menyebutkan, Partai Demokrat yang saat ini mengendalikan DPR tetap menolak anggaran senilai 5,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 80 triliun untuk proyek tembok perbatasan ala Trump.

Namun, Partai Republik dan Demokrat sepakat untuk menyetujui pengajuan belanja senilai 1,37 miliar dollar AS atau sekitar Rp 19,3 triliun untuk pagar baru di perbatasan AS bagian selatan itu.

Meski sudah ada kesepakatan, masih butuh persetujuan Kongres dan tanda tangan presiden.

"Kami pada prinsipnya telah mencapai kesepakatan tentang Keamanan Dalam Negeri dan enam RUU lainnya," kata Senator Richard Shelby dari Partai Republik, seperti dikutip dari AFP.

Jumlah yang diputuskan itu nantinya akan mendanai sekitar 89 km pagar perbatasan, yang berlokasi di daerah Rio Grande Valley di Texas selatan.

Padahal Trump menjanjikan pembangunan tembok perbatasan sepanjang 3.200 km.

Penghalang akan dibangun di Rio Grande Valley berdasarkan desain yang telah ada, seperti menggunakan bilah logam dan bukan dinding beton seperti keinginan presiden.

Selain soal pagar perbatasan, dua kubu juga mencapai kesepakatan untuk mengurangi jumlah tempat tidur di pusat penahanan migran menjadi 40.250 dari 49.057 buah saat ini.

Baca juga: Shutdown Usai, Trump Akhirnya Bisa Kembali Bermain Golf

Sementara itu, di depan para pendukungnya di sebuah stadion dengan spanduk raksasa bertuliskan "Finish the Wall" di El Paso, Trump meyakinkan tembok raksasa akan efektif.

"Tembok akan berhasil... Tembok akan menyelamatkan jiwa," ujarnya.

"Kita butuh tembok dan itu harus dibangun," imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X