Komisi Pemilihan Rekomendasikan Pembubaran Partai Pengusung Putri Thailand

Kompas.com - 12/02/2019, 19:07 WIB
Pejabat partai Thai Raksa Chart saat mendaftarkan Putri Thailand Ubolratana Rajakanya sebagai kandidat perdana menteri, Jumat (8/2/2019). AFP / KRIT PHROMSAKLA NA SAKOLNAKORN / THAI NEWS PIXPejabat partai Thai Raksa Chart saat mendaftarkan Putri Thailand Ubolratana Rajakanya sebagai kandidat perdana menteri, Jumat (8/2/2019).

BANGKOK, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Thailand telah mengeluarkan rekomendasi pembubaran untuk salah satu peserta pemilu, Partai Thai Raksa Chart.

Rekomendasi pembubaran tersebut setelah partai itu mengusung Putri Ubolratana Rajakanya, yang merupakan anggota kerajaan Thailand sebagai kandidat perdana menteri.

Diberitakan Bangkok Post, Selasa (12/2/2019), komisi pemilihan telah meminta kepada pengadilan konstitusi untuk membubarkan partai Thai Raksa Chart karena dianggap telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan sistem monarki konstitusional Thailand.

Sehari sebelumnya, Komisi Pemilihan Thailand telah mengumumkan mencoret nama Putri Ubolratana dari daftar kandidat perdana menteri.

Baca juga: Nama Putri Ubolratana Resmi Dicoret sebagai Kandidat PM Thailand

Keputusan itu menyusul pernyataan Raja Maha Vajiralongkorn yang menyebut pencalonan kakak perempuannya, yang merupakan anggota keluarga kerajaan sebagai tindakan yang tak pantas.

Pihak komisi pemilihan kemudian memasukkan kasus itu ke pengadilan konstitusi pada Senin (11/2/2019) dengan menyertakan tiga bukti, yakni pengumuman kerajaan bertanggal 8 Februari 2019, surat partai yang mengumumkan nama orang yang diusulkan sebagai kandidat perdana menteri, serta surat partai yang menyetujui kandidat perdana menteri yang diusung.

Jika pihak pengadilan mengabulkan permintaan komisi pemilihan, maka partai Thai Raksa Chart dapat dibubarkan dan para eksekutifnya dapat dilarang berpolitik selama 10 tahun sampai seumur hidup. Demikian dilansir Channel News Asia.

Pengumuman pencalonan putri kerajaan Thailand yang berusia 67 tahun itu pada Jumat (8/2/2019) telah mengejutkan negara Thailand karena menjadi kali pertama seorang anggota keluarga kerajaan maju untuk jabatan politik.

Namun Raja Thailand Maha Vajiralongkorn kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa keluarga kerajaan memiliki kedudukan di atas politik, sehingga tidak sepantasnya menjabat dalam politik.

Thailand merupakan salah satu negara penganut sistem monarki konstitusi yang ketat. Thailand juga menganut hukum lese majeste paling ketat yang melindungi seluruh anggota keluarga kerajaan.

Baca juga: Raja Thailand Kecam Upaya Kakaknya Jadi Calon Perdana Menteri

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X