Berhasil Kabur, Dua Perempuan Perancis Cerita Kondisi di Wilayah Kantong Terakhir ISIS

Kompas.com - 12/02/2019, 17:54 WIB
Anggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) berjaga di garis depan desa Baghouz, di luar Deir Azzor, yang berbatasan dengan Irak. AFP / DELIL SOULEIMANAnggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) berjaga di garis depan desa Baghouz, di luar Deir Azzor, yang berbatasan dengan Irak.

BAGHOUZ, KOMPAS.com - Dua perempuan Perancis anggota ISIS berhasil keluar dari wilayah kantong terakhir kelompok teroris itu dan mencari perlindungan di wilayah Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Keduanya lantas menceritakan kondisi terakhir di dalam kantong pertahanan terakhir ISIS di Deir Ezzor, Suriah, tak jauh dari perbatasan Irak.

Menurut dua wanita Perancis itu, masih banyak orang asing yang terperangkap di dalam wilayah kantong terakhir ISIS dan dilarang meninggalkan tempat itu.

Dikutip AFP, keduanya perempuan itu berhasil kabur dan keluar setelah membayar penyelundup untuk membawa mereka pergi dari wilayah yang dikuasai ISIS menuju kawasan yang telah kembali direbut SDF yang didukung AS.

Kedua wanita itu mengatakan, telah terjadi pembantaian di dusun Baghouz, sementara masih banyak yang terjebak dan tidak ada makanan yang bisa dimakan.

Baca juga: Dalam Pertempuran Terakhir, ISIS Gunakan Bom Bunuh Diri

"Ada banyak orang Perancis, banyak mujahirin (orang asing yang bergabung dengan ISIS) dan lainnya yang mencoba untuk pergi tapi mereka (ISIS) tidak mengizinkannya."

"Mereka berkata hanya orang Suriah dan Irak yang bisa diselundupkan keluar," kata salah seorang perempuan yang mengaku bernama Christelle, dari Bordeaux.

Dia bersama sejumlah wanita dan anak-anak dari anggota ISIS lainnya akan dibawa ke kamp penjara yang dikelola warga Kurdi di Suriah utara.

Christelle membawa dua anaknya yang berusia satu dan tiga tahun, sementara suaminya disebutnya telah meninggal.

"Apa yang saya harapkan dari pemerintah Perancis?  Biarkan saya menjaga anak-anak saya. Saya hanya ingin tetap bersama anak-anak saya," ujarnya.

Pemerintah Perancis sebelumnya telah mengumumkan bakal mempertimbangkan untuk menerima kembali sekitar 130 warga negaranya yang kini ditahan otoritas Kurdi di Suriah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump di Senat AS Dibuka dengan Perdebatan Sengit

Sidang Pemakzulan Trump di Senat AS Dibuka dengan Perdebatan Sengit

Internasional
Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X