Tagar #ThaiCoup Ramai di Twitter, Ada Kudeta di Thailand?

Kompas.com - 12/02/2019, 15:28 WIB
Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha saat memimpin pertemuan di Kantor Pemerintah di Bangkok, Thailand. (AFP/ROYAL THAI GOVERNMENT) Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha saat memimpin pertemuan di Kantor Pemerintah di Bangkok, Thailand. (AFP/ROYAL THAI GOVERNMENT)

BANGKOK, KOMPAS.com - Pemerintah militer yang berkuasa di Thailand menolak rumor yang berkembang luas tentang kemungkinan terjadinya kudeta, usai tanda pagar #ThaiCoup yang ramai di Twitter.

Diwartakan Straits Times, Senin (11/2/2019), desas-desus itu muncul setelah beredarnya sebuah dokumen palsu yang beredar di media sosial sepanjang akhir pekan lalu.

Perdana Menteri Thailand sekaligus pemimpin junta militer Prayut Chan-o-cha mengatakan, dokumen yang menyebutkan adanya pemecatan jenderal-jenderal militer penting tersebut tidaklah benar.

Baca juga: Dibebaskan Thailand, Pesepak Bola Bahrain Pulang ke Melbourne


"Masalahnya sedang diselidiki dan pelakunya akan dihukum," katanya.

Tanda pagar #ThaiCoup di Twitter menjadi top trending di Thailand sejak Minggu (10/2/2019), setelah dokumen palsu diunggah.

Ternyata, itu bukan satu-satunya dokumen palsu yang disoroti oleh warganet. Arsip resmi lainnya berisi perintah polisi anti-huru hara untuk menjaga landmark provinsi Phichit.

Namun, polisi menyebut dokumen tersebut sebagai pengerahan yang rutin.

Ada juga beberapa netizen yang mengunggah foto tank militer berada di jalan-jalan selama akhir pekan lalu.

Sekali lagi, pihak berwenang harus mengklarifikasi dengan mengatakan artileri itu diangkut untuk latihan militer tahunan Cobra Gold.

Rumor tentang kudeta juga muncul bersamaan dengan ambisi anggota kerajaan Thailand untuk meraih kursi perdana menteri.

Seperti diketahui, Putri Ubolratana, kakak Raja Maha Vajiralongkorn, mencalonkan diri sebagai perdana menteri dalam pemilu tahun ini melalui Partai Thai Raksa Chart.

Baca juga: Nama Putri Ubolratana Resmi Dicoret sebagai Kandidat PM Thailand

Namun, komisi pemilihan umum Thailand secara resmi mendiskualifikasi sang putri usai raja mengecam pencalonan kakaknya.

Raja bersikukuh, keluarga kerajaan harus berada di atas kepentingan politik dan menggambarkan pencalonan Ubolratana itu amat tidak pantas.

Thailand saat ini diperintah oleh rezim militer melalui kudeta pada 2014. Sejak menjadi monarki konstitusional, ada 12 kudeta yang berhasil.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Hari Ini dalam Sejarah: Manusia Pertama yang Berhasil Jejakkan Kaki di Bulan

Hari Ini dalam Sejarah: Manusia Pertama yang Berhasil Jejakkan Kaki di Bulan

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Komentar Rasis Trump | Kebakaran Kyoto Animation

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Komentar Rasis Trump | Kebakaran Kyoto Animation

Internasional
Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Internasional
AS Klaim Tembak Jatuh 'Drone' Iran, Teheran: Trump Berkhayal

AS Klaim Tembak Jatuh "Drone" Iran, Teheran: Trump Berkhayal

Internasional
Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Internasional
Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Internasional
Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Internasional
Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Internasional
Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Internasional
Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Internasional
Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau 'Ngungsi' ke Rumah Warga

Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau "Ngungsi" ke Rumah Warga

Internasional
Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Internasional
Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Internasional
Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Internasional
Buntut Nyanyian 'Send Her Back' kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa 'Tak Enak'

Buntut Nyanyian "Send Her Back" kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa "Tak Enak"

Internasional
Close Ads X