Dianggap Drama Politik, California Berniat Tarik Pasukan dari Perbatasan Meksiko

Kompas.com - 12/02/2019, 14:39 WIB
Tentara AS yang ditugaskan untuk misi penempatan di perbatasan Amerika dengan Meksiko, memasang kawat berduri untuk menghalau migran.AFP / JOHN MOORE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA Tentara AS yang ditugaskan untuk misi penempatan di perbatasan Amerika dengan Meksiko, memasang kawat berduri untuk menghalau migran.

SACRAMENTO, KOMPAS.com - Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS), berniat menarik pasukannya dari perbatasan Meksiko.

Gubernur Gavin Newsom dijadwalkan bakal mengumumkannya dalam pidato negara bagian Selasa (12/2/2019) sejak terpilih November lalu.

Baca juga: Bantah Trump, New Mexico Tarik Pasukan Garda Nasional dari Perbatasan

Dalam kutipan yang dirilis kantornya dilansir The Independent Senin (11/2/2019), isu tentang keamanan perbatasan dibuat-buat.

"Karena itu, California tidak akan mengambil bagian dalam drama politik ini," tegas mantan Letnan Gubernur California periode 2011-2019 itu.

Rencananya, California bakal menyisakan 100 dari 360 personel dengan fokus kepada kejahatan transnasional seperti perdagangan senjata serta narkoba.

Dalam rencana yang bakal dipaparkan Selasa itu, Garda Nasional California tidak akan diminta untuk menerapkan kebijakan imigrasi.

Keputusan Newsom menarik Garda Nasional mengikuti Gubernur New Mexico Michelle Lujan Grisham yang lebih dahulu mengumumkannya pada pekan lalu.

Sikap dua gubernur yang sama-sama menjabat sejak Januari lalu itu bertolak belakang dengan kebijakan pendahulu mereka.

Niat mereka menarik pasukan Garda Nasional tidak sejalan dengan kebijakan Presiden Donald Trump yang ingin memperkuat perbatasan untuk menangkal migran ilegal.

Pendahulu Newsom, Jerry Brown, sebelumnya menempatkan pasukan di perbatasan Meksiko dengan tenggat waktu hingga 31 Maret mendatang.

Keputusan tersebut terjadi di tengah pembahasan Kongres AS untuk memperpanjang masa pendanaan pemerintah jelang tenggat Jumat nanti (15/2/2019).

Sebab, jika sebelum 15 Februari tak tercapai kesepakatan, maka AS bakal kembali memasuki masa layanan penutupan pemerintahan (shutdown).

Imigrasi masih menjadi isu utama yang dibahas, dengan oposisi Partai Demokrat meminta jumlah migran yang ditahan dikurangi.

Permohonan itu dianggap Trump sebagai bentuk dukungan terhadap kejahatan imigrasi.

Baca juga: Pidato Kenegaraan Presiden AS: Trump Kukuh Bangun Tembok Perbatasan


Terkini Lainnya

Iran Luncurkan Latihan Angkatan Laut di Rute Pelayaran Global

Iran Luncurkan Latihan Angkatan Laut di Rute Pelayaran Global

Internasional
Gubernur Sulut Beberkan Pencapaian 10 Program Prioritasnya

Gubernur Sulut Beberkan Pencapaian 10 Program Prioritasnya

Regional
Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Internasional
Anggota DPRD Buru Selatan Sengaja Menghilang karena Kecewa Dipecat

Anggota DPRD Buru Selatan Sengaja Menghilang karena Kecewa Dipecat

Megapolitan
Pejabat  yang Tembak Bocah 8 Tahun di Ambon Resmi Jadi Tersangka

Pejabat yang Tembak Bocah 8 Tahun di Ambon Resmi Jadi Tersangka

Regional
Setelah Serang Prabowo soal Penguasaan Lahan, Jokowi Juga Harus Terbuka

Setelah Serang Prabowo soal Penguasaan Lahan, Jokowi Juga Harus Terbuka

Nasional
Soal Senam di Sajadah, Bawaslu Jakbar Sebut Keterangan Saksi Beda dengan yang Viral di Medsos

Soal Senam di Sajadah, Bawaslu Jakbar Sebut Keterangan Saksi Beda dengan yang Viral di Medsos

Megapolitan
Memohon Agar Ambulans Dapat Lewat, Seorang Ibu di China Bersujud di Tengah Jalan

Memohon Agar Ambulans Dapat Lewat, Seorang Ibu di China Bersujud di Tengah Jalan

Internasional
Kabut Asap di Bengkalis, Warga Terserang Penyakit Batuk hingga Sesak Napas

Kabut Asap di Bengkalis, Warga Terserang Penyakit Batuk hingga Sesak Napas

Regional
Cuaca Buruk, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Gangguan Sinyal

Cuaca Buruk, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Gangguan Sinyal

Megapolitan
Sejumlah Tips Hadapi Banjir

Sejumlah Tips Hadapi Banjir

Megapolitan
Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara

Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara

Regional
Wapres Kalla Minta Para Gubernur Perbanyak Industri di Daerah

Wapres Kalla Minta Para Gubernur Perbanyak Industri di Daerah

Nasional
Diiringi Tangis Pilu, Puluhan Mahasiswa dan Masyarakat Tolak PLTU

Diiringi Tangis Pilu, Puluhan Mahasiswa dan Masyarakat Tolak PLTU

Regional
Disangka Penyelundup Manusia, Pembuat Film asal Jerman Dihajar Warga Rohingya

Disangka Penyelundup Manusia, Pembuat Film asal Jerman Dihajar Warga Rohingya

Internasional

Close Ads X