Presiden Trump Luncurkan Inisiatif Pengembangan Kecerdasan Buatan

Kompas.com - 12/02/2019, 11:14 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.AFP / JIM WATSON Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Senin (11/2/2019) memerintahkan agar jajarannya memberikan prioritas pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Langkah Trump ini dianggap sebagai upaya untuk memerangi China yang saat ini dianggap unggul dalam teknologi kecerdasan buatan.

Perintah eksekutif inisiatif kecerdasan buatan Amerika menyerukan agar pemerintah federal mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengembangkan teknologi  ini.

Baca juga: Lukisan Hasil Program Kecerdasan Buatan Terjual Rp 6,5 Miliar


"Bangsa Amerika telah banyak mengambil keuntungan sebagai pelopor dan pemimpin di bidang AI," demikian pernyataan resmi Gedung Putih.

"Namun, di saat teknologi AI terus berkembang cepat di seluruh dunia, kita tak bisa tinggal diam dan yakin posisi kita sebagai pemimpin bidang AI tetap terjamin," masih pernyataan Gedung Putih.

Namun, perintah eksekutif ini tidak menjelaskan secara rinci soal pendanaan atau strategi rinci dalam pengembangan teknologi AI.

Langkah ini muncul di saat kekhawatiran China melampaui AS dalam hal teknologi kecerdasan buatan semakin tinggi.

Darrell West kepala Pusat Inovasi Teknologi Brooking Institution, mengatakan bahwa langkah Gedung Putih itu "tepat" tetap dipertanyakan kepastiannya tanpa adanya pendanaan yang jelas.

"Presiden terkadang meluncurikan inisiatif yang terdengar bagus tetapi dampak nyatanya amat minim," ujar West

"China hingga 2030 menginvestasikan 150 miliar dollar dengan tujuan akhir menjadi negara AI  utama di dunia," lanjut West.

"Penting bagi Amerika untuk menjaga jrak karena AI akan mengubah wajah banyak sektor," paparnya.

Respon serupa datang dari Daniel Castro, penliti di Center for Innovation, sebuah lembaga yang mengamati isu-isu teknologi.

"Jika pemerintah ingin inisiatif AI ini transformatif, maka pemerintah memerlukan lebih dari sekadar memprogram ulang dana riset AI, pengembangan kemampuan, dan pengembangan infrastruktur," kata Castro.

Castro menyambut baik inisiatif ini tetapi menyerukan adanya strategi yang lebih komprehensif yang mencakup sejumlah area seperti perdagangan bebas digital, kebijakan pengumpulan data, dan masalah lainnya.

Senator Mario Rubio lewat akun Twitter-nya menilai inisiatif ini adalah sebuah "awal yang baik".

Baca juga: China Kembangkan Kapal Selam Nirawak yang Dilengkapi Kecerdasan Buatan

"China adalah tantangan terbesar yang kita hadapi selama hampir setengah abad terakhir. Menghadapi China, memerlukan sebuah respon komprehensif," ujar Rubio.

Sementara Gedung Putih mengatakan, inisiatif ini akan termasuk menambah sumber daya bagi peneliti, menyusun panduang regulasi, mempromsoikan AI di dunia pendidikan, dan meningkatkan daya saing AS.



Terkini Lainnya


Close Ads X