Dalam "Pertempuran Terakhir", ISIS Gunakan Bom Bunuh Diri

Kompas.com - 12/02/2019, 07:53 WIB
Kepulan asap terlihat dari Baghouz, Suriah, yang diyakini merupakan bom bunuh diri dari anggotanya untuk mempertahankan kantong pertahanan terakhir mereka.Furat FM via Daily Mirror Kepulan asap terlihat dari Baghouz, Suriah, yang diyakini merupakan bom bunuh diri dari anggotanya untuk mempertahankan kantong pertahanan terakhir mereka.

BAGHOUZ, KOMPAS.com — Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) menggunakan upaya terakhir untuk mempertahankan satu-satunya benteng mereka.

Diwartakan Reuters via Daily Mirror pada Senin (11/2/2019), saat ini ISIS hanya menguasai sekitar 1 persen wilayah di Suriah.

Baca juga: Kekuatan ISIS Tinggal Tersisa 500 Orang

Mereka terkepung oleh serangan yang dilakukan milisi dengan dukungan Amerika Serikat (AS) serta Inggris, dan dapat kalah hanya dalam hitungan hari.


Observasi HAM untuk Suriah menyatakan, ISIS menggunakan bom bunuh diri sebagai cara terakhir supaya bisa bertahan di Baghouz.

Observasi mencatat, terdapat 13 anggota ISIS tewas, termasuk di antaranya 5 pelaku bom bunuh diri dan 5 milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Sejak mendeklarasikan kekhalifahan pada 2014, kini wilayah ISIS hanya tersisa beberapa rumah pertanian serta tanah lapang.

Terdapat 600 anggota yang bersembunyi mempertahankan daerah seluas 5 kilometer persegi itu. Kepala Kantor Media SDF Mustafa Bali mengungkapkan, pertempuran berlangsung sengit.
Sebab, ISIS mati-matian untuk bertahan di kantong pertahanan terakhir mereka. Sebanyak 20.000 warga sipil dievakuasi dalam 10 hari terakhir.

"Jika kami bisa mengeluarkan seluruh warga sipil di sana, maka dalam hitungan hari kami bakal menyaksikan berakhirnya ISIS di sini," ucap Bali.

Pakar dengan mengutip pejabat keamanan AS meyakini, pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi masih hidup dan bersembunyi di Irak.

Dilansir The Guardian, Baghdadi diyakini masih menawan warga asing dalam lima tahun terakhir dan bermaksud menjadikannya alat penawaran.

Jurnalis Inggris, John Cantile, merupakan salah satu sandera yang diduga masih disekap dalam goa dekat kawasan Baghouz itu.

Baca juga: Upaya Kudeta terhadap Pemimpin ISIS Dikabarkan Berlangsung Sengit



Terkini Lainnya

Pemerintah Meksiko Bakal Lelang Mobil Mewah yang Disita dari Penjahat

Pemerintah Meksiko Bakal Lelang Mobil Mewah yang Disita dari Penjahat

Internasional
Washington Legalkan Pengomposan Jenazah Manusia

Washington Legalkan Pengomposan Jenazah Manusia

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perempuan Korut Dijual di China | Pernyataan Pendiri Huawei

[POPULER INTERNASIONAL] Perempuan Korut Dijual di China | Pernyataan Pendiri Huawei

Internasional
Beli Nomor Cantik Seharga Rp 41 Juta, Hidup Pria Ini Justru Sengsara

Beli Nomor Cantik Seharga Rp 41 Juta, Hidup Pria Ini Justru Sengsara

Internasional
Perang Sipil Bikin Warga Suriah Berhemat Saat Ramadhan

Perang Sipil Bikin Warga Suriah Berhemat Saat Ramadhan

Internasional
PM India Beri Selamat ke Presiden Jokowi Pakai Bahasa Indonesia

PM India Beri Selamat ke Presiden Jokowi Pakai Bahasa Indonesia

Internasional
Sadar dari Mabuk, Pria Ini Dapati Penisnya Sudah Dipotong

Sadar dari Mabuk, Pria Ini Dapati Penisnya Sudah Dipotong

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Internasional
Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Internasional
Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Internasional
Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional

Close Ads X