AS Bantah Telah Menutup-nutupi Kasus Pembunuhan Khashoggi

Kompas.com - 11/02/2019, 23:35 WIB
Potongan gambar memperlihatkan Mashal Saad al-Bostani (berbaju hijau) bersama pelaku pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi lain saat sampai di Bandara Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.Twitter via Daily Mirror Potongan gambar memperlihatkan Mashal Saad al-Bostani (berbaju hijau) bersama pelaku pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi lain saat sampai di Bandara Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

BUDAPEST, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo membantah anggapan yang menyebut Washington telah "menutupi" kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Pompeo juga menegaskan bahwa pihaknya akan turut mengambil tindakan lebih jauh terhadap kasus ini.

"Amerika tidak menutup-nutupi pembunuhan," ujar Pompeo kepada wartawan di Budapest, Hongaria, pada Senin (11/2/2019), seperti dikutip AFP.

Pernyataan menteri luar negeri itu muncul setelah Presiden Donald Trump dianggap telah melewatkan tenggat waktu yang ditetapkan Kongres untuk memberi jawaban pada Jumat (8/2/2019) lalu tentang apakah Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bertanggung jawab dalam kasus pembunuhan Khashoggi.

Baca juga: PBB: Pembunuhan Brutal Jamal Khashoggi Dilakukan oleh Saudi

Pompeo menegaskan bahwa pemerintahan Trump telah bekerja keras dalam penyeledikan kasus ini.

"Presiden sudah sangat jelas, dan tidak bisa lebih jelas lagi, bahwa setelah kami mendapatkan informasi tambahan, kami akan terus meminta pertanggungjawaban dari semua pihak yang bertanggung jawab," ujar Pompeo.

Khashoggi, jurnalis asal Arab Saudi yang tinggal di AS dan menjadi kontributor untuk The Washington Post, dibunuh saat mengunjungi kantor kedutaan Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018.

Presiden Trump tidak memberi pernyataan apa pun terkait tenggat waktu yang diberikan Kongres.

Sementara para pembantu Kongres mengatakan telah menerima surat dari Pompeo yang menguraikan tindakan yang diambil pemerintah AS atas kasus pembunuhan itu.

Salah satu tindakan yang diambil pemerintah yakni mencabut visa hampir dua lusin pejabat Saudi dan membekukan aset milik 17 pejabat lainnya.

Meski demikian, Trump secara terbuka telah menyatakan tidak mempedulikan apakah Pangerang Mahkota Saudi terlibat dalam pembunuhan dan lebih mementingkan perjanjian persenjataan AS dengan Arab Saudi dan pandangan Riyadh terhadap Iran.

Baca juga: Menteri Saudi Saat Ditanya di Mana Jenazah Khashoggi: Kami Tidak Tahu


Terkini Lainnya

Awal April, KPK Akan Umumkan Anggota Legislatif yang Sudah Urus LHKPN

Awal April, KPK Akan Umumkan Anggota Legislatif yang Sudah Urus LHKPN

Nasional
Satpol PP Mendapat Perlawanan saat Hendak Segel Tambang Emas Ilegal di Sawahlunto

Satpol PP Mendapat Perlawanan saat Hendak Segel Tambang Emas Ilegal di Sawahlunto

Regional
Babak Baru Sidang Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet...

Babak Baru Sidang Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet...

Megapolitan
Survei Litbang 'Kompas': Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Turun 3,4 persen, Prabowo-Sandi Naik 4,7 Persen

Survei Litbang "Kompas": Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Turun 3,4 persen, Prabowo-Sandi Naik 4,7 Persen

Nasional
Sawah yang Terendam Banjir di Magetan Akan Dapat Klaim Asuransi

Sawah yang Terendam Banjir di Magetan Akan Dapat Klaim Asuransi

Regional
Jaga Persatuan, Wali Kota Hendi Bakal Gelar Semarang Bersholawat

Jaga Persatuan, Wali Kota Hendi Bakal Gelar Semarang Bersholawat

Regional
Pascadebat, Kemana Pemilih Pemula Berlabuh?

Pascadebat, Kemana Pemilih Pemula Berlabuh?

Nasional
Polisi Amankan Uang Palsu Rp 4,6 Miliar dari Rumah Kontrakan di Sleman

Polisi Amankan Uang Palsu Rp 4,6 Miliar dari Rumah Kontrakan di Sleman

Regional
Perjalanan Kasus Romahurmuziy dari OTT hingga Penggeledahan Ruang Kerja Menag

Perjalanan Kasus Romahurmuziy dari OTT hingga Penggeledahan Ruang Kerja Menag

Nasional
Ketika Pedagang Pecel Lele Dipukul karena Lama Menunggu Pesanan...

Ketika Pedagang Pecel Lele Dipukul karena Lama Menunggu Pesanan...

Megapolitan
Trump Munculkan Ide Brasil Gabung Jadi Anggota NATO

Trump Munculkan Ide Brasil Gabung Jadi Anggota NATO

Internasional
[BERITA POPULER] KPK Sita Uang Ratusan Juta di Laci Meja Menteri Agama | Helikopter Prabowo Dilarang Mendarat

[BERITA POPULER] KPK Sita Uang Ratusan Juta di Laci Meja Menteri Agama | Helikopter Prabowo Dilarang Mendarat

Nasional
BMKG: Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Hari Ini

BMKG: Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
WNI di Polandia Ada yang Sudah Mencoblos Pemilu 2019 via Pos

WNI di Polandia Ada yang Sudah Mencoblos Pemilu 2019 via Pos

Nasional
Pemakaman Jenazah Korban Teror di Selandia Baru Dimulai Hari Ini

Pemakaman Jenazah Korban Teror di Selandia Baru Dimulai Hari Ini

Internasional

Close Ads X