Biografi Tokoh Dunia: Dennis Gabor, Pelopor Teknologi Holografi

Kompas.com - 11/02/2019, 23:12 WIB
Dennis Gabor pada 1971 saat menerima Penghargaan Nobel di bidang Fisika.WIKIPEDIA / KEYSTONE Dennis Gabor pada 1971 saat menerima Penghargaan Nobel di bidang Fisika.

KOMPAS.com - Hologram atau foto tampilan tiga dimensi menjadi salah satu temuan yang berdampak besar dalam perkembangan teknologi manusia hingga saat ini.

Dan sosok yang paling berjasa dalam penemuan holografi adalah Dennis Gabor.

Dennis Gabor lahir pada 5 Juni 1900 di Budapest, Hungaria. Dia adalah putra tertua dari Bertalan Gabor dengan Adrienne.

Sejak kecil Dennis telah sangat tertarik dengan ilmu fisika. Sekitar usia 15 tahun, dia telah mempelajari sendiri tentang kalkulus dan belajar melalui buku teks Chwolson.


Meski memiliki ketertarikan terhadap ilmu fisika, namun Dennis memutuskan untuk mempelajari ilmu teknik di perguruan tinggi, karena profesi sebagai ahli fisika kurang begitu populer pada masa itu.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Bob Marley, Sang Rasta Pelantun Reggae

Di usia 18 tahun, Dennis masuk ke Universitas Teknik Budapest dan mempelajari ilmu teknik. Dia kemudian melanjutkan belajar di Berlin.

Menjadi Penemu

Dennis merampungkan studinya pada 1924 dan meraih gelar doktor dalam teknik listrik tiga tahun berselang.

Selain mempelajari teknik elektro, Dennis juga menjalani profesi di bidang yang sama, namun pekerjaanya hampir selalu memanfaatkan ilmu fisika terapan.

Selama menyelesaikan program doktoralnya, Dennis mengembangkan salah satu osiloskop sinar katoda berkecepatan tinggi pertama, dan dalam prosesnya menciptakan lensa elektron magnetik berselubung besi pertama.

Pada 1927, setelah merampungkan program doktor, Dennis bergabung dengan perusahaan Siemens & Halske AG.

Di perusahaan itu, Dennis membuat penemuan pertamanya, yakni sebuah lampu merkuri kuarsa tekanan tinggi dengan uap super panas dan segel pita molibdenum. Temuannya itu kemudian banyak digunakan dalam penerangan sebagai lampu jalan.

Namun temuan itu ternyata terjadi secara tidak disengaja saat Dennis mencoba membuat lampu kadmium yang berakhir dengan kegagalan.

Pada 1933, Nazi yang dipimpin Adolf Hitler berkuasa di Jerman dan Dennis memilih untuk meninggalkan Berlin.

Halaman:


Terkini Lainnya


Close Ads X