Kirim Surat Ancaman Pembunuhan kepada Menteri, Pria Swedia Dipenjara 8 Tahun

Kompas.com - 11/02/2019, 21:28 WIB
Ilustrasi keputusan persidangan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi keputusan persidangan.

STOCKHOLM, KOMPAS.com - Seorang pria asal Swedia yang menjadi pelaku pengirim surat ancaman pembunuhan ke sejumlah menteri dan mengirim paket jebakan ke perusahaan Inggris, dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

Michael Salonen (43), yang ditangkap di Thailand pada April 2018 lalu, mengaku tidak bersalah atas tindak kejahatan yang dituduhkan kepadanya.

Namun pengadilan menemukan bahwa pada 2017, Salonen telah mengirim amplop berisi bubuk putih disertai surat ancaman kepada 21 pejabat pemerintahan Swedia, termasuk Perdana Menteri Stefan Lofven, hingga sejumlah pejabat lokal dan tokoh budaya.

Bubuk putih dalam surat dinyatakan tidak berbahaya setelah dilakukan pemeriksaan, namun tindakan Salonen telah dianggap bertujuan untuk "menyebarkan ketakutan" dan "menjadikan masyarakat di bawah tekanan". Demikian bunyi putusan pengadilan di Stockholm pada Senin (11/2/2019).


Baca juga: Bawa Pistol Mainan, Pria Down Syndrome Ditembak Mati Polisi Swedia

Dilansir AFP, tindakan lainnya, Salonen pada musim panas 2017, dituduh telah mengirim paket berisi jebakan ke sebuah perusahaan penjualan bitcoin di London, Inggris.

"Paket tersebut tidak meledak saat dibuka, namun tetap dimaksudkan untuk menimbulkan cedera tubuh yang serius," lanjut pernyataan pengadilan.

Pengadilan akhirnya memutuskan Salonen telah bersalah dalam melakukan percobaan pembunuhan.

Para pejabat pemerintahan Swedia diklaim telah semakin menjadi sasaran ancaman dan penghinaan di media sosial.

Dengan pemerintah Swedia yang tidak memberlakukan pengawalan ketat terhadap para pejabat negara, sejumlah kasus penyerangan terhadap pejabat setingkat perdana menteri marak terjadi di negara itu.

Pada September 2003, Menteri Luar Negeri Anna Lindh yang bepergian tanpa pengawal, tewas akibat luka tusuk di sebuah pusat perbelanjaan di Stockholm.

Pelaku diketahui sebagai seorang pria Swedia kelahiran Serbia yang memiliki sejarah gangguan kejiwaan.

Jauh sebelumnya, pada 1986, Perdana Menteri Olof Palme tewas ditembak di Stockholm saat berjalan dari sebuah gedung bioskop bersama sang istri.

Baca juga: Ledakan Misterius di Swedia Telan Satu Korban Jiwa


Terkini Lainnya


Close Ads X