Sinyal GPS Macet, Norwegia Salahkan Rusia - Kompas.com

Sinyal GPS Macet, Norwegia Salahkan Rusia

Kompas.com - 11/02/2019, 20:14 WIB
Bendera Norwegia. (Shutterstock) Bendera Norwegia. (Shutterstock)

OSLO, KOMPAS.com - Unit intelijen Norwegia pada Senin (11/2/2019) mengungkap kekhawatiran atas macetnya sinyal GPS di bagian Far North negara itu.

Diwartakan kantor berita AFP, otoritas Norwegia lagi-lagi menyalahkan Rusia atas tindakan tersebut.

Dalam laporan tahunan, badan intelijen menyatakan insiden semacam itu berulang sejak 2017, di mana sinyal GPS diblokir dari teritorial Rusia di wilayah Norwegia, dekat dengan perbatasan Rusia.

Peristiwa matinya sinyal GPS sering bertepatan dengan latihan militer di wilayah Norwegia.

Baca juga: Populasi Makin Menua, Norwegia Butuh Banyak Kelahiran Bayi

Latihan militer itu seperti latihan Trident Junction NATO pada musim gugur tahun lalu, kemudian juga penyebaran helikopter serang Inggris pada Januari lalu untuk pelatihan dalam kondisi Arktik.

"Ini bukan hanya tantangan baru untuk operasi pelatihan Norwegia dan Sekutu," kata kepala unit intelijen Norwegia, Morten Haga Lunde.

"Gangguang juga mengancam lainnya, seperti lalu lintas penerbangan sipil, operasional kepolisian dan kesehatan," ucapnya.

Menteri Pertahanan Norwegia Frank Bakke-Jensen mengaku kerap mengangkat masalah tersebut dengan otoritas Norwegia.

Dia juga bekerja sama dengan negara Nordik lainnya untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin.

"Sangat penting untuk bilang jelas ini tindakan yang tidak dapat diterima," ujarnya kepada saluran TV2 Nyhetskanalen.

Pengalaman gangguan sinyal GPS turut dirasakan oleh para pekerja di Norwegia, termasuk Andreas Wara Eliseussen, insinyur perusahaan kontraktor Amerika Serikat di Kirkenes.

"Rasanya seperti buta arah tanpa pemberitahuan GPS, dan akhirnya sudah terlambat," tuturnya, seperti dikutip dari The Barent Observer.

Perusahaan konstruksi di Kirkenes juga beberapa kali mengalami kekurangan posisi GPS secara tiba-tiba.

"Kami menghabiskan lebih banyak upaya untuk membangun secara lurus," kata Svein Sundquist.

Baca juga: Pesawat Maskapai Norwegia Terjebak di Iran Selama 3 Pekan

Macetnya sinyal GPS menyebabkan biaya meningkat karena waktu yang dibutuhkan lebih banyak. Beberapa sentimeter saja kesalahan, ekskavator mungkin harus menggali dan memulai dari awal lagi.

Pada November 2018, Finlandia pernah memanggil duta besar Rusia guna menjawab tuduhan kemungkinan Moskwa telah mengganggu sinyal geoposisi di wilayahnya selama latihan Trident Juncture.

Pemerintah Rusia menolak tudingan tersebut dengan menyebutnya sebagai tindakan tidak berdasar.


Terkini Lainnya

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Regional
Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Regional
[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

Megapolitan
Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Internasional
TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan
Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Regional
Debat Kedua Dinilai Disiapkan Jauh Lebih Baik Dibanding yang Pertama

Debat Kedua Dinilai Disiapkan Jauh Lebih Baik Dibanding yang Pertama

Nasional
Pemilih di Jombang Bertambah 868 Orang, Ribuan Santri Belum Urus Form A5

Pemilih di Jombang Bertambah 868 Orang, Ribuan Santri Belum Urus Form A5

Regional
KPU Sebut Pendukung yang Hadir Debat Ganggu Konsentrasi Kandidat

KPU Sebut Pendukung yang Hadir Debat Ganggu Konsentrasi Kandidat

Nasional
Baku Tembak Pasukan India dan Pemberontak di Kashmir, 9 Orang Tewas

Baku Tembak Pasukan India dan Pemberontak di Kashmir, 9 Orang Tewas

Internasional
Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Dumai, Warga Pakai Masker Keluar Rumah

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Dumai, Warga Pakai Masker Keluar Rumah

Regional
Komitmen Kedua Capres Terkait Isu Lingkungan Hidup Dinilai Masih Rendah

Komitmen Kedua Capres Terkait Isu Lingkungan Hidup Dinilai Masih Rendah

Nasional
Dua Nelayan Indramayu yang Hilang di Perairan Karawang Ditemukan Tewas

Dua Nelayan Indramayu yang Hilang di Perairan Karawang Ditemukan Tewas

Regional

Close Ads X